Ini Urutan Tahlil Singkat Lengkap dengan Doa Penutup dan Artinya
Ini Urutan Tahlil Singkat Lengkap dengan Doa Penutup dan Artinya. Foto: Rawpixel.com/Freepik

Ini Urutan Tahlil Singkat Lengkap dengan Doa Penutup dan Artinya

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Tahlilan menjadi tradisi yang mengakar di tengah masyarakat Muslim Indonesia sebagai bentuk doa bersama untuk mereka yang telah wafat. Amalan ini berisi rangkaian zikir, bacaan Al-Qur’an, serta doa yang dipanjatkan dengan harapan pahala dan rahmat Allah SWT tercurah kepada almarhum maupun almarhumah.

Secara bahasa, tahlil merujuk pada bacaan kalimat lā ilāha illallāh yang berarti tiada tuhan selain Allah SWT. Dalam perkembangannya, praktik ini tidak hanya berisi bacaan tahlil, tetapi juga disertai ayat-ayat Al-Qur’an, istighfar, shalawat, hingga doa penutup. Penjelasan mengenai tradisi ini salah satunya dimuat dalam buku Tradisi Nahdlatul Ulama dalam Perspektif Hukum Islam karya Mahda Reza Kurniawan.

Dirangkum dari detik, tahlilan kerap digelar menjelang Ramadan atau pada waktu-waktu tertentu sebagai sarana mengirim doa bagi keluarga yang telah meninggal dunia. Berikut susunan tahlil singkat yang umum diamalkan, lengkap dengan doa penutupnya.

Rangkaian tahlil diawali dengan pengantar Al-Fatihah yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, para nabi dan rasul, wali, ulama, hingga kaum Muslimin dan Muslimat yang telah wafat. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah.

Berikutnya, jamaah membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali, kemudian melafalkan kalimat tahlil dan takbir: Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Bacaan ini menjadi inti zikir dalam tahlilan.

Rangkaian dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Falaq tiga kali, kembali membaca tahlil dan takbir, kemudian membaca Surah An-Nas tiga kali. Setelah itu, tahlil dan takbir kembali dilafalkan.

Selanjutnya dibaca kembali Surah Al-Fatihah, disusul awal Surah Al-Baqarah ayat 1-5, Surah Al-Baqarah ayat 163, serta Ayat Kursi. Rangkaian ayat tersebut kemudian diteruskan dengan membaca Surah Al-Baqarah ayat 284 hingga 286.

Setelah bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, jamaah mengucapkan istighfar sebanyak tiga kali. Kemudian dilanjutkan dengan bacaan zikir tentang keutamaan kalimat tahlil serta membaca Lā ilāha illallāh sebanyak 100 kali.

Rangkaian berikutnya adalah pembacaan dua kalimat syahadat, shalawat Nabi, serta tasbih. Shalawat kembali dilantunkan beberapa kali sebelum memasuki doa tahlil.

Pada bagian doa, jamaah memohon agar pahala bacaan Al-Qur’an, zikir, dan shalawat yang telah dibaca disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, para nabi, wali, ulama, serta khususnya kepada almarhum atau almarhumah yang diniatkan. Doa juga berisi permohonan agar kubur mereka dilapangkan, diterangi, dan dijadikan taman surga.

Selain itu, dipanjatkan pula doa ampunan bagi kaum Muslimin dan Muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Permohonan kebaikan dunia dan akhirat menjadi penutup rangkaian tahlilan.

Sebagai penutup, dibaca Surah Al-Fatihah dan doa akhir tahlil yang berisi permohonan ampun, perlindungan, serta harapan agar segala hajat dikabulkan oleh Allah SWT. Rangkaian ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus pengingat akan kematian dan pentingnya doa bagi sesama Muslim.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *