7 Keutamaan Puasa Senin Kamis yang Bisa Diraih Muslim
ilustrasi buka puasa / dok detikcom

Puasa Syawal 2026: Waktu, Niat, dan Cara Pelaksanaannya

Diposting pada
Editor: Oktaliansyah

JakartaPuasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunah yang banyak dikerjakan umat Islam setelah Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, yakni menyempurnakan pahala puasa Ramadan dan disebut setara dengan puasa setahun jika dikerjakan setelah Ramadan.

Anjuran itu merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Muslim. Dalam hadits tersebut, puasa enam hari di bulan Syawal disebut sebagai amalan yang bernilai besar bagi umat Islam.

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

Puasa Syawal dikerjakan selama enam hari. Ketentuan itu dijelaskan dalam sejumlah rujukan fikih dan didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan puasa enam hari setelah Ramadan.

Pelaksanaannya hanya dapat dilakukan di bulan Syawal, dimulai setelah Hari Raya Idulfitri. Karena 1 Syawal bertepatan dengan hari raya dan diharamkan untuk berpuasa, maka puasa Syawal baru bisa dimulai pada 2 Syawal.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, puasa Syawal 2026 dapat mulai dikerjakan sejak Minggu, 22 Maret 2026, hingga akhir bulan Syawal, sekitar 18 April 2026.

Meski dianjurkan, puasa Syawal tidak harus dijalankan enam hari berturut-turut. Umat Islam dapat melaksanakannya secara berurutan di awal bulan maupun dipisah-pisah selama masih berada dalam rentang bulan Syawal.

Pandangan ini juga dijelaskan Imam al-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab. Dalam penjelasannya, puasa enam hari di bulan Syawal memang dianjurkan dikerjakan berurutan di awal bulan, tetapi tetap sah dan bernilai sunah apabila dilakukan terpisah atau di akhir bulan Syawal.

Dengan demikian, umat Islam memiliki kelonggaran dalam menjalankan puasa Syawal sesuai kemampuan masing-masing. Sejumlah ulama memang menganjurkan agar ibadah ini dilakukan lebih cepat setelah Idulfitri, namun hal itu bukan menjadi syarat wajib.

Adapun niat puasa Syawal yang umum dibaca adalah: “Nawaitu shauma ghadin fi syahrisy-syawwali sunnatan lillahi ta’ala,” yang berarti, “Saya berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, tata cara puasa Syawal pada dasarnya sama seperti puasa sunah lainnya. Umat Islam dianjurkan membaca niat, lalu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga waktu magrib.

Dengan waktu pelaksanaan yang masih terbuka sepanjang bulan Syawal, umat Islam masih memiliki kesempatan untuk menunaikan puasa enam hari tersebut. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang banyak dikejar setelah Ramadan karena keutamaannya yang besar dalam tradisi Islam.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *