Alaku

Begadang Nonton Piala Dunia hingga Tinggalkan Salat Subuh Dinilai Tak Dibenarkan

Momen suporter Mexico dan Korea Selatan (Sumber foto: BBC)

Jakarta – Kebiasaan begadang untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 tidak dapat dijadikan alasan meninggalkan salat Subuh. Dalam pandangan Islam, sengaja mengabaikan salat karena memilih tetap terjaga hingga larut malam termasuk perbuatan yang tidak dibenarkan dan dapat berakibat dosa.

Seperti diberitakan Detik.com, banyak pecinta sepak bola rela mengurangi waktu tidur demi mengikuti siaran langsung pertandingan Piala Dunia. Kondisi tersebut membuat sebagian orang bangun kesiangan hingga melewatkan salat Subuh.

Dalam ajaran Islam, meninggalkan salat dengan sengaja merupakan dosa besar. Hal itu sebagaimana peringatan Allah SWT dalam Surah Maryam ayat 59 yang menyebutkan adanya generasi yang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsu, sehingga mendapat ancaman kesesatan.

Selain itu, terdapat hadis Rasulullah SAW yang menyebut salat sebagai pembeda antara seorang muslim dan kekufuran. “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai salat, barang siapa meninggalkannya maka dia kafir,” sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah.

Dalam riwayat lain yang tercantum dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa salat Isya dan Subuh merupakan dua salat yang paling berat bagi orang munafik. Rasulullah SAW bahkan menggambarkan besarnya keutamaan kedua salat tersebut sehingga umat Islam dianjurkan tetap menunaikannya meski harus bersusah payah.

Dijelaskan pula, seseorang yang sengaja begadang kemudian tidur dalam keadaan mengetahui dirinya tidak akan mampu bangun untuk melaksanakan salat Subuh, maka perbuatannya dinilai tidak dibenarkan. Meski demikian, kewajiban salat tetap tidak gugur dan harus ditunaikan dengan cara mengqadha setelah terbangun.

Dasar mengenai qadha salat juga disebutkan dalam hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang tertinggal salat karena tertidur atau lupa hendaknya segera mengerjakannya ketika telah ingat, karena itulah bentuk pelaksanaan kewajiban yang diperintahkan.

Karena itu, umat Islam yang terlewat salat Subuh akibat tertidur setelah begadang dianjurkan segera menunaikan salat qadha begitu bangun tidur, sekaligus menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat agar mengatur waktu istirahat sehingga tidak kembali melalaikan kewajiban salat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan