Benarkah Harus Bisa Bahasa Arab untuk Masuk Surga? Ini Penjelasan Ulama

Jakarta – Kemampuan berbahasa Arab bukan menjadi syarat seseorang untuk masuk surga. Dalam ajaran Islam, yang menentukan seorang hamba memperoleh surga adalah keimanan, ketakwaan, amal saleh, dan rahmat Allah SWT, bukan bahasa yang dikuasai selama hidup di dunia.
Gambaran tentang sambutan bagi penghuni surga dijelaskan Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 73. Dalam ayat tersebut, orang-orang bertakwa digiring menuju surga, lalu disambut para malaikat penjaga dengan ucapan salam dan dipersilakan memasukinya untuk hidup kekal.
Pembahasan mengenai bahasa yang digunakan di surga memang menjadi salah satu topik yang dikaji para ulama. Terdapat riwayat dari Ibnu Abbas RA yang menyebut Rasulullah SAW bersabda bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab. Riwayat serupa juga dinukil dalam sejumlah kitab klasik, termasuk keterangan yang dinisbatkan kepada Az-Zuhri.
Namun, status riwayat tersebut masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian menilai hadis tersebut berderajat dhaif (lemah), sementara Imam As-Suyuthi memasukkannya sebagai hadis yang sahih dalam kitab Jami’us Shaghir.
Di sisi lain, Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa menjelaskan tidak terdapat nash Al-Qur’an maupun hadis sahih yang secara tegas menetapkan bahasa yang digunakan oleh penghuni surga atau neraka. Karena itu, menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dipastikan secara mutlak.
Meski sebagian ulama berpendapat bahasa Arab merupakan bahasa penghuni surga, hal itu tidak berarti orang yang tidak menguasai bahasa Arab di dunia akan terhalang memasuki surga. Allah SWT Maha Kuasa memberikan kemampuan kepada hamba-Nya untuk berkomunikasi ketika berada di akhirat.
Dalam kitab Shifat Al-Jannah wa ma A’adda Allahu li Ahliha min An-Na’im, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah juga menegaskan bahwa amal saleh semata bukan satu-satunya penentu seseorang masuk surga. Faktor yang paling utama adalah rahmat Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.
Al-Qur’an sendiri menjelaskan sejumlah golongan yang dijanjikan surga, di antaranya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bertakwa, istiqamah, bertobat, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sabar, gemar berinfak, menjaga salat, berhijrah dan berjihad di jalan Allah, hingga mereka yang ikhlas dalam beribadah.
Dengan demikian, ukuran utama untuk meraih surga bukanlah kemampuan menguasai bahasa tertentu, melainkan kualitas iman, ketakwaan, ketaatan kepada Allah SWT, serta rahmat-Nya. Wallahu a’lam.





