Bengkulu Kirim 100 Ambulan dan RP. 4,3 Miliar Ini Bukan Gengsi Tapi Solidaritas
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan para kepala daerah dari Provinsi Bengkulu saat turun langsung di lokasi banjir di Kota Padang, Jumat (12/12/25). (foto: dok Pemprov Bengkulu)

Bengkulu Kirim 100 Ambulan dan RP. 4,3 Miliar Ini Bukan Gengsi Tapi Solidaritas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Dari Catatan Perjalanan
Oleh : Riswan

KETIKA banjir dan longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, rasa empati tak boleh hanya berdiaml. Bergerak, itu kuncinya. Dan itulah yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama seluruh elemen masyarakatnya aksi nyata, bukan sekadar janji manis. Pada tanggal 9–10 Desember 2025, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengirimkan 100 unit ambulans dan bantuan donasi total senilai Rp.4,3 miliar ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana hebat itu.

Angka Rp.4,3 miliar itu bukan sekadar angka. Ini merupakan hasil penggalangan dana yang melampaui target awal Rp.3 miliar yang digalang oleh Baznas dan berbagai pihak di Bengkulu. Semua pihak turut memberi, mulai dari ASN, pengusaha, hingga masyarakat umum, menunjukkan bahwa ketika kepedulian dipikul bersama, angka pun bisa melampaui ekspektasi.

Lebih dari sekadar uang yang membuat aksi ini “beda level” adalah 100 unit ambulans yang diluncurkan langsung dari Halaman Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu. Armada ini bukan hiasan pameran melainkan kendaraan yang membawa bantuan logistik seperti beras, sembako, makanan cepat saji, hingga pakaian layak pakai langsung ke titik terdampak. Mereka membantu proses evakuasi, mengantar bantuan ke pengungsian dan jadi penyelamat di jalan berlumpur.

Helmi Hasan sendiri hadir untuk melepas konvoi dengan pesan yang jenaka sekaligus mengingatkan: “Jangan kebut-kebutan, salat tepat waktu dan jaga nama baik Bengkulu.” Itu bukan hanya humor ringan di tengah darurat tetapi juga bentuk edukasi mengenai pentingnya keselamatan dan tata krama saat membantu orang lain.

Donasi kemudian mulai diserahkan secara simbolis di lapangan. Helmi Hasan menyerahkan Rp1 miliar kepada Pemerintah Aceh dan ditindaklanjuti dengan bantuan lain ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara sesuai kebutuhan di lokasi masing-masing. Ini bukan sekadar ritual seremonial, tetapi bagian dari manajemen bantuan yang tepat dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Pelajaran besar dari aksi ini adalah gotong royong lebih dari sekadar slogan, ia menjadi jalan nyata yang menyentuh hati, membantu yang lemah, dan membangun solidaritas antardaerah. Solidaritas tak mengenal jarak 100 ambulan dari Bengkulu kini menjadi saksi bagaimana kemanusiaan bergerak cepat menuju titik terdalam duka Sumatera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *