Dokter Ungkap Enam Tanda Anak Siap Masuk Sekolah, Kesiapan Bukan Semata Soal Usia

Jakarta – Kesiapan anak untuk memulai pendidikan di taman kanak-kanak (TK) maupun sekolah dasar (SD) tidak hanya ditentukan oleh usia. Dokter spesialis kedokteran keluarga asal Amerika Serikat, Eric Boose, menyebut perkembangan kemampuan sosial, emosional, dan kemandirian menjadi indikator penting sebelum anak memasuki lingkungan belajar formal.
Menurut Dr. Boose, setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda sehingga orang tua tidak sebaiknya menjadikan usia sebagai satu-satunya patokan. Penilaian kesiapan sekolah perlu melihat kemampuan anak dalam beradaptasi dengan aktivitas dan tuntutan di kelas.
“Usia adalah salah satu ukuran dalam menentukan kesiapan masuk taman kanak-kanak, tetapi ada faktor lain yang juga dapat membantu Anda memutuskan apakah ini waktu yang tepat,” ujar Dr. Boose, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.
Di Indonesia, ketentuan usia masuk SD diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025. Aturan tersebut memperbolehkan anak berusia minimal 5 tahun 6 bulan hingga 6 tahun mendaftar, sementara anak berusia 5 tahun 6 bulan harus memenuhi syarat memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa serta kesiapan psikis.
Selain usia, Dr. Boose menjelaskan sedikitnya ada enam tanda yang menunjukkan seorang anak siap bersekolah. Anak umumnya sudah mampu mengikuti arahan sederhana, berkonsentrasi dalam waktu singkat, dan dapat duduk tenang saat mengikuti kegiatan belajar di kelas.
Kemampuan bersosialisasi juga menjadi penanda penting. Anak yang siap sekolah dinilai mampu berinteraksi dengan teman sebaya, bergiliran saat bermain, serta menyampaikan kebutuhan mereka dengan baik. Di sisi lain, mereka mulai mampu mengelola emosi sederhana tanpa selalu bergantung pada orang tua ketika menghadapi situasi baru.
Lebih lanjut, kesiapan belajar juga terlihat dari rasa ingin tahu terhadap berbagai hal. Ketertarikan mengenal huruf, angka, konsep dasar, hingga mulai belajar menulis nama sendiri menjadi sinyal positif, meski bukan syarat mutlak sebelum masuk sekolah.
Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari turut menjadi perhatian. Mengutip Taipei American School, anak yang siap memasuki lingkungan sekolah umumnya mulai mampu menggunakan kamar mandi sendiri, mencuci tangan, membuka wadah makan, serta mengungkapkan perasaan maupun kebutuhannya secara sehat sehingga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Seperti diberitakan Detik.com, para ahli menekankan bahwa kesiapan sekolah sebaiknya dinilai secara menyeluruh. Dengan demikian, orang tua tidak hanya berfokus pada usia anak, tetapi juga pada perkembangan emosional, sosial, komunikasi, dan kemandirian yang mendukung proses belajar di sekolah.






