Catatan Ekonomi Akhir Tahun 2025
Oleh: Riswan
TAHUN 2025 pantas dikenang sebagai fase ketika ekonomi Bengkulu mulai rapi dan tertata. Sejak pasangan Gubernur Helmi Hasan–Mian resmi menjabat pada Februari hingga menutup Desember 2025 denyut ekonomi daerah ini bergerak stabil tidak meledak-ledak, namun juga jauh dari kata lesu. Ibarat memasak gulai khas Bengkulu, apinya kecil, tapi bumbunya meresap sampai ke tulang.
Data BPS Provinsi Bengkulu menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu sepanjang 2025 berada di kisaran 4,5–5 persen (year on year). Angka ini mencerminkan kondisi ekonomi yang cukup sehat di tengah tekanan global dan dinamika nasional. Menariknya, mesin pertumbuhan Bengkulu masih ditopang sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan rakyat konsumsi rumah tangga, pertanian, perdagangan, serta jasa pendidikan dan kesehatan. Artinya, ekonomi tumbuh karena rakyat bekerja, berdagang dan berbelanja bukan karena mainan statistik.
Dari sisi fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bengkulu 2025 tercatat di kisaran Rp1,1–1,3 triliun, sementara total belanja daerah berada pada rentang Rp4,5–5 triliun. Struktur ini menegaskan karakter fiskal Bengkulu yang ekspansif dan pro-rakyat dengan belanja pembangunan dan layanan publik tetap menjadi prioritas. Ketergantungan pada transfer pusat memang masih terasa, namun arah kebijakannya jelas PAD diperkuat belanja dijaga agar produktif dan berdampak langsung.
Belanja yang paling mudah dirasakan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur jalan provinsi. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bengkulu, sepanjang 2025 sekitar 200–230 kilometer jalan provinsi berhasil diperbaiki hingga kondisi mantap dan mulus, menggunakan anggaran ratusan miliar rupiah dari APBD dan dukungan pusat. Masih ada sekitar 100–120 kilometer ruas jalan yang rusak atau dalam tahap perencanaan yang akan dituntaskan secara bertahap pada tahun berikutnya.
Dampaknya sederhana namun signifikan biaya logistik menurun, distribusi hasil pertanian lebih lancar dan ekonomi desa tidak lagi tersendat oleh lubang jalan. Tak heran jika “jalan mulus” menjelma menjadi kebijakan ekonomi paling populer di Bengkulu.
Prestasi lain datang dari program gratis yang konsisten dijalankan, seperti ambulans gratis, layanan kesehatan dan BPJS gratis serta penguatan layanan dasar. Dalam perspektif ekonomi publik, kebijakan ini adalah investasi sosial menekan pengeluaran rumah tangga, menjaga produktivitas dan memperkuat daya beli.
Dengan tingkat pengangguran relatif rendah di Sumatra dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat, Bengkulu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka di laporan, tetapi nyata dalam kualitas hidup. Setahun kepemimpinan Helmi Hasan–Mian membuktikan bahwa ekonomi daerah tumbuh bukan karena gaduh, melainkan karena kerja keras, arah jelas dan keberpihakan pada rakyat.
Sidomulyo, Selamat Tahun Baru 2026





