Jakarta – Apparel olahraga Kelme memaparkan filosofi desain jersey Timnas Indonesia terbaru yang resmi diperkenalkan kepada publik. Seragam kandang dan tandang tim Garuda tersebut disebut mengangkat inspirasi dari sejarah sepak bola nasional sekaligus warisan budaya Indonesia.
Peluncuran jersey Timnas Indonesia berlangsung di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (12/3/2026). Dalam acara tersebut, Kelme menjelaskan bahwa desain terbaru ini mengambil inspirasi dari seragam tim Garuda pada akhir 1990-an, namun tetap disesuaikan dengan teknologi modern.
Untuk seragam kandang, desainnya mempertahankan warna merah sebagai identitas utama tim nasional. Tampilan jersey dibuat relatif sederhana dengan sentuhan garis putih di bagian depan sebagai aksen.
Sementara itu, seragam tandang jersey Timnas Indonesia menggunakan warna putih dengan sentuhan motif batik yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Kelme menjelaskan meski tampil dengan nuansa klasik, teknologi yang digunakan dalam pembuatan jersey tersebut dirancang untuk mendukung performa atlet masa kini.
“Walaupun tampilannya merefleksikan sejarah, konstruksinya dirancang untuk masa depan. Jersey ini menggunakan kain jacquard dinamis yang ringan, breathable, dan cepat kering sehingga memberikan kebebasan bergerak serta kenyamanan maksimal selama pertandingan,” tulis Kelme dalam keterangan resminya, seperti dilaporkan Detik.
Perusahaan tersebut juga menyebut teknologi eco dye digunakan pada seragam kandang agar warna merah khas jersey Timnas Indonesia tetap kuat dan tidak mudah pudar meski digunakan dalam berbagai pertandingan maupun pencucian berulang.
Di sisi lain, filosofi desain jersey tandang menghadirkan interpretasi modern dari motif batik. Elemen garis, pola titik, serta simbol khas batik diterjemahkan dalam bentuk geometris dan tekstur piksel.
Menurut Kelme, desain tersebut dipadukan dengan gradasi warna yang mencerminkan energi dan dinamika permainan sepak bola serta futsal Indonesia.
Dari segi material, jersey tandang juga menggunakan kain jacquard ringan yang diklaim mampu memberikan sirkulasi udara optimal, menyerap keringat dengan cepat, dan menjaga kenyamanan pemain dalam pertandingan dengan intensitas tinggi.
“Jersey away menjadi lebih dari sekadar perlengkapan pertandingan, melainkan kanvas bergerak yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia dan menjadikan setiap pertandingan sebagai perayaan warisan, kebanggaan, dan performa,” tulis Kelme.





