Literasi Wawasan Global: Memahami Peran Indonesia

Ketika dunia terus berhadapan dengan tantangan kesehatan global, termasuk potensi munculnya varian baru dan isu-isu kesehatan lainnya, tindakan dan kebijakan yang ditempuh oleh pemerintahan Jokowi akan terus menjadi sorotan. Pandemi Covid-19 tidak hanya menjadi ujian kesehatan, tetapi juga ujian kepemimpinan bagi Indonesia, dan bagaimana negara ini menjalani ujian ini akan memengaruhi masa depan kesehatan global dan domestik.
Abad ke-21 adalah zaman di mana kompleksitas dan ketergantungan antara isu-isu domestik dan internasional semakin menonjol. Berbagai permasalahan dan kebijakan dalam satu negara dapat berdampak secara langsung dan tidak langsung pada skala global, mengikuti prinsip bahwa isu-isu domestik dan internasional saling bertaut, mempengaruhi, berhubungan, dan berinteraksi satu sama lain.
Salah satu contoh nyata dari kompleksitas ini adalah kebijakan larangan ekspor biji nikel oleh Indonesia. Keputusan ini, yang bertujuan untuk memastikan pasokan bahan baku utama untuk komponen baterai listrik, ternyata memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada yang mungkin diperkirakan sebelumnya.
Larangan ekspor biji nikel Indonesia langsung memengaruhi rantai pasok global yang sangat bergantung pada pasokan biji nikel tersebut. Uni Eropa, sebagai salah satu konsumen utama biji nikel Indonesia, merasa terganggu oleh kebijakan ini. Uni Eropa menuntut Indonesia untuk memproses biji nikel tersebut menjadi produk yang lebih bernilai tambah di dalam negeri dan untuk menjalankan larangan ekspor ini sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ini menunjukkan bagaimana kebijakan domestik suatu negara dapat memicu respon dan tuntutan internasional.
Di sisi lain, China merespons kebijakan larangan ekspor biji nikel dengan langkah yang sangat berbeda. China memilih untuk berinvestasi besar dalam industri smelter biji nikel di Indonesia. Keputusan ini tidak hanya mendukung industri dalam negeri Indonesia, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan China dalam hal rantai pasok komoditas kritis.





