Bengkulu – Malam Nisfu Syaban 2026 menjadi salah satu momentum penting yang dinanti umat Islam menjelang Ramadan. Malam pertengahan bulan Syaban ini diyakini memiliki keutamaan spiritual, termasuk terkait pelaporan catatan amal manusia, sehingga banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah dan doa.
Dalam penanggalan Hijriah, Malam Nisfu Syaban berlangsung pada malam tanggal 15 Syaban. Berdasarkan kalender 2026, Malam Nisfu Syaban 2026 bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026, sementara tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Penetapan ini mengikuti sistem kalender Hijriah yang memulai hari baru setelah matahari terbenam, sebagaimana dirangkum dari laporan CNBC Indonesia.
Keutamaan malam tersebut disebutkan dalam sejumlah hadis. Hadis riwayat Nasai Nomor 2356 dan Ahmad Nomor 21753 yang dishahihkan Ibnu Khuzaimah menjelaskan bahwa pada malam Nisfu Syaban, catatan amal manusia dilaporkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu, sebagian umat Islam memanfaatkan malam ini untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Pandangan ulama mengenai amalan khusus di Malam Nisfu Syaban tidak sepenuhnya seragam. Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebutkan adanya anjuran melaksanakan sholat 100 rakaat. Ia menyampaikan, “Ada malam pertengahan Syaban (malam Nisfu Syaban). Pada malam itu, kaum muslim dianjurkan sholat 100 rakaat, di mana setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan 10 kali Al-Ikhlas,” kata Imam al-Ghazali.
Di sisi lain, Ibnu Dihyah dalam Asna Al-Mathalib, sebagaimana dikutip dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar, menyatakan tidak terdapat dalil shahih mengenai keutamaan khusus sholat Nisfu Syaban. Ia juga menegaskan bahwa para perawi terpercaya tidak menyebut adanya sholat tertentu yang dikhususkan pada malam tersebut.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya khilafiyah di kalangan ulama. Meski demikian, disebutkan bahwa sebagian ulama salaf tetap mengerjakan sholat pada Malam Nisfu Syaban sebagai bentuk ibadah sunnah tanpa menetapkan tata cara khusus.
Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan sholat sunnah Nisfu Syaban, bacaan niat yang umum digunakan adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini lillâhi ta’ala
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”
Adapun tata cara pelaksanaannya mengikuti sholat sunnah pada umumnya, mulai dari niat, takbiratul ihram, hingga salam. Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Imam al-Ghazali, sholat dapat dilakukan 100 rakaat dengan dua rakaat satu salam atau dikerjakan dalam 10 rakaat, dengan bacaan Al-Fatihah dan Al-Ikhlas di setiap rakaat.
Selain sholat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa pada Malam Nisfu Syaban. Mufti Betawi Syekh Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar, sebagaimana dilansir MUI Digital, menuliskan doa khusus yang biasa dibaca pada malam tersebut, memohon ampunan, kelapangan rezeki, serta keselamatan hidup dunia dan akhirat.
Dengan berbagai pandangan yang ada, Malam Nisfu Syaban 2026 tetap menjadi waktu yang dimanfaatkan banyak umat Islam untuk introspeksi diri dan memperbanyak ibadah. Perbedaan pendapat ulama diharapkan dapat disikapi dengan saling menghormati, sembari tetap menjaga niat dan tujuan utama dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.





