Catatan Zacky Antony
POLITIK Anggaran Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, SE memprioritaskan pembangunan bidang infrastruktur jalan. Tak tanggung-tanggung, total anggaran yang dialokasikan untuk peningkatan jalan mulus mencapai Rp 600 miliar. Angka ini disebut tertinggi dalam sejarah penganggaran jalan di Provinsi Bengkulu.
Mengapa Gubernur Helmi Hasan memprioritaskan pembangunan infrastuktur? Hal ini bukan tanpa alasan. Berpuluh tahun, Provinsi Bengkulu tertinggal jauh dalam sektor infastruktur dibanding provinsi-provinsi lain. Ketertinggalan infrastruktur ini yang cukup ekstrem ini akhirnya melahirkan stigma bahwa Bengkulu adalah provinsi di wilayah Timur yang ada di Barat.
Ada sejumlah alasan mengapa Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memprioritaskan pembangunan infrastuktur jalan? Pertama; pertumbuhan ekonomi. Beberapa dekade terakhir, Provinsi Bengkulu bukan tidak ada pembangunan. Tetapi speed pembangunan masih tergolong lambat apabila dibanding dengan daerah-daerah lain.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius Gubernur Helmi Hasan. Sebagai mantan Walikota Bengkulu dua periode, Helmi sadar tanpa didukung infrastruktur yang baik, sulit bagi Bengkulu untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai 8 persen dalam lima tahun kedepan.
Dua; konektivitas antar wilayah. Wilayah Provinsi Bengkulu sebagian besar terdiri dari kawasan hutan. Ada dua taman nasional yang berada di wilayah Provinsi Bengkulu yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang meliputi wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong dan Rejang Lebong. Dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) meliputi wilayah Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.
Kondisi geografis ini menjadikan banyak daerah di Provinsi Bengkulu terisolir. Selain itu, pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari Mukomuko hingga Kaur membelah wilayah Provinsi Bengkulu antara barat dan timur. Tidak ada cara lain untuk membangun konektivitas antar kabupaten dan antar kota selain peningkatan infrastuktur jalan.
Saat ini, konektivitas Bengkulu ke arah Timur, khususnya Sumatera Selatan hanya mengandalkan 3 jalan utama yaitu Bengkulu – Kepahiang – Lubuk Linggau, Manna – Tanjung Sakti – Pagar Alam dan Tanjung Iman (Kaur) – Muara Sahung – OKU Selatan. Tapi Provinsi Bengkulu tidak memiliki konektivitas ke Provinsi Jambi karena terhalang hutan TNKS yang tidak boleh dirambah. Ini berakibat banyak daerah terisolir seperti desa-desa di wilayah Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong.
Tiga; mobilitas ekonomi. Provinsi Bengkulu dikenal memiliki hasil-hasil bumi bermutu tinggi. Seperti kopi, lada, sayur-mayur, karet, sawit dll. Berbagai komoditi tersebut membutuhkan akses jalan untuk pemasaran. Apabila mobilitas ekonomi lancar, maka akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, infrastruktur jalan akan memperlancar distribusi barang dan jasa di suatu daerah.
Empat; menekan cost. Dalam proses produksi, tak terkeculi hasil-hasil pertanian, transportasi seringkali dikeluhkan karena membuat cost produksi membengkak. Jalan-jalan rusak membuat distribusi barang dan jasa terhambat. Semakin lama proses distiribusi, maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Jalan-jalan rusak selama ini telah menjadi “musuh utama” para petani, pelaku usaha, atau pengrajin lokal untuk memasarkan produk mereka ke pasar.
Lima; akses pendidikan dan kesehatan. Gubernur Helmi Hasan sangat menyadari, dua penopang utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah pendidikan dan kesehatan. Selama ini, jalan-jalan rusak menjadi faktor penghambat bagi masyarakat di luar perkotaan untuk mendapatkan akses fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dengan kata lain, prioritas pembangunan infrastruktur jalan sangat berguna memfasilitasi masyarakat mendapatkan akses-akses pendidikan dan kesehatan.
Enam; kesejahteraan. Pada akhirnya, ultimate goal berbagai program pemerintah adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan merupakan penunjang utama untuk mewujudkan cita-cita kesejahteraan tersebut. Selama ini, jalan-jalan rusak ikut memberi kontribusi bagi kemiskinan, ketertinggalan dan keterbelakangan.
Kalau ibarat tubuh manusia, infrastuktur jalan itu adalah aliran darah. Saat aliran darah tersumbat atau terhambat, maka aktifitas tubuh kita akan terganggu. Kalau aliran darah yang tersumbat itu ke bagian otak, bisa kena stroke. Kalau tersumbat ke arah jantung, bisa menyebabkan kematian.
Begitu pula infrastruktur jalan merupakan akses ekonomi. Kalau akses lancar, maka petani juga lancar membawa hasil-hasil bumi untuk dipasarkan. Kegiatan ekonomi berbagai sektor menjadi hidup. Seperti pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan lokal, pertambangan, kehutanan dll.
Penulis adalah wartawan senior di Bengkulu





