Alaku

Registrasi SIM Biometrik Berbasis Wajah Berlaku, Telkomsel Siapkan 465 GraPARI

Registrasi SIM Biometrik Berbasis Wajah Berlaku, Telkomsel Siapkan 465 GraPARI (foto:telkomsel)

Jakarta – Penerapan registrasi kartu SIM prabayar berbasis biometrik wajah mulai diberlakukan sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat keamanan identitas digital. Menyambut implementasi tersebut, Telkomsel menyiapkan 465 gerai GraPARI dan hampir 3.000 petugas layanan guna mendampingi pelanggan selama proses registrasi.

Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai 1 Juli 2026. Sistem baru tersebut menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang dipadukan dengan data kependudukan untuk memastikan validitas identitas pelanggan saat mengaktifkan kartu SIM prabayar.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan perusahaan mendukung penuh implementasi Registrasi Biometrik Nasional sebagai langkah memperkuat keamanan ekosistem digital sekaligus menjalankan kebijakan pemerintah.

“Telkomsel mendukung implementasi Registrasi Biometrik Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan identitas digital pelanggan sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujar Abdullah Fahmi.

Menurutnya, pemanfaatan verifikasi biometrik berbasis wajah diharapkan dapat menekan penyalahgunaan identitas dalam registrasi kartu SIM, termasuk mencegah berbagai bentuk kejahatan digital seperti penipuan (scam), phishing, dan fraud.

Telkomsel menjelaskan implementasi registrasi biometrik bukan sekadar memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga bertujuan menghadirkan pengalaman layanan yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan. Program tersebut telah melalui tahap uji coba (piloting) sejak 2025 sebelum diterapkan secara lebih luas.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, perusahaan menyiapkan 465 GraPARI di berbagai daerah sebagai pusat layanan registrasi biometrik. Selain itu, hampir 3.000 petugas frontliner telah dibekali pelatihan agar mampu mendampingi pelanggan, terutama yang memerlukan bantuan saat proses verifikasi identitas.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan pelanggan memperoleh pengalaman yang mudah, jelas, dan nyaman, termasuk bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan langsung saat melakukan registrasi,” kata Abdullah.

Selain layanan di gerai, Telkomsel juga menyediakan kanal digital agar pelanggan dapat melakukan registrasi biometrik secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam memilih metode registrasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Seperti diberitakan DetikINET, pemerintah menerapkan registrasi SIM berbasis biometrik wajah untuk memperkuat validasi identitas pengguna nomor seluler. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan identitas palsu, penyalahgunaan nomor prabayar, serta berbagai tindak kejahatan digital yang memanfaatkan layanan telekomunikasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan