Bengkulu – Setiap manusia memiliki harapan, impian, maupun persoalan hidup yang ingin segera menemukan jalan keluar. Dalam ajaran Islam, selain berikhtiar secara lahiriah, umat Muslim dianjurkan untuk memperkuat ikhtiar batin dengan beribadah dan berdoa kepada Allah SWT.
Salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan ketika memiliki hajat tertentu adalah sholat hajat. Ibadah ini menjadi wasilah untuk memohon pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.
Apa Itu Sholat Hajat?
Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu, baik urusan dunia maupun akhirat. Dalam pelaksanaannya, sholat ini dilakukan secara munfarid (sendiri), tidak berjamaah.
Dasarnya merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
“Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya, lalu mendirikan sholat dua rakaat secara sempurna, maka Allah akan mengabulkan apa yang ia minta, baik secara cepat maupun lambat.” (HR Ahmad)
Sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat, seperti setelah sholat Subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar hingga matahari terbenam.
Waktu Paling Mustajab Sholat Hajat
Meski bisa dilakukan kapan saja, para ulama menyebutkan bahwa waktu paling mustajab untuk menunaikan sholat hajat adalah pada sepertiga malam terakhir.
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, orang yang meminta kepada-Ku akan Aku berikan, dan orang yang meminta ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.’” (HR Bukhari dan Muslim)
Jumlah rakaat sholat hajat minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat.
Niat Sholat Hajat
Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut bacaan niatnya:
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushollii sunnatal haajati rok‘ataini lillaahi ta‘aalaa
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Hajat
Secara umum, tata caranya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya, yakni:
- Niat dalam hati
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan surah pendek
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang gerakan seperti rakaat pertama
- Tasyahud akhir
- Salam
Doa Setelah Sholat Hajat
Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, minimal 33 kali atau hingga 100 kali, lalu membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
يَاحَيُّ يَا قَيُّومُ
Latin: Ya Hayyu ya Qayyum
Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.”
Kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin:
La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala sebab turunnya rahmat-Mu, ampunan-Mu, segala kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan satu pun dosaku kecuali Engkau ampuni, jangan Engkau biarkan kesedihanku kecuali Engkau beri jalan keluar, dan tidak ada satu hajat pun yang Engkau ridhai kecuali Engkau penuhi, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.”
Sholat hajat menjadi salah satu bentuk kepasrahan dan ketundukan seorang hamba kepada Rabb-nya. Namun demikian, doa dan ibadah hendaknya tetap disertai dengan usaha serta tawakal kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam.





