Bengkulu – Al-Qur’an mengungkap berbagai peristiwa yang terbukti kebenarannya, baik yang terjadi di masa lalu maupun masa depan. Salah satunya terkait dengan titik terendah di bumi, yang ternyata terbukti benar melalui penemuan ilmu geologi.
Dalam Surah Ar-Rum ayat 1-5, Allah SWT berfirman:
الۤمّۤ ۚ ١ غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ ٢ فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ ٣ فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُ ۗوَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ٤ بِنَصْرِ اللّٰهِ ۗيَنْصُرُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ٥
Artinya: “Alif Lām Mīm. Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Milik Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang mukmin karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.”
Ayat ini menggambarkan peristiwa perang antara Romawi dan Persia, yang terjadi di sebuah lembah Palestina, tepatnya di cekungan Laut Mati. Dr. Nadiyah Thayyarah, penulis Mausu’ah al-I’jaz al-Qur’ani, menjelaskan bahwa tempat tersebut merupakan titik terendah di bumi.
Kata adna dalam bahasa Arab memiliki arti “paling dekat” dan “paling rendah”. Para mufassir menafsirkan adna al-aradh sebagai “negeri terdekat”, tetapi dalam konteks geologi, kata tersebut juga bisa dipahami sebagai “paling rendah”. Laut Mati terletak sekitar 400 meter di bawah permukaan laut, yang membuktikan bahwa tempat tersebut adalah titik terendah di bumi.
Penemuan ini semakin mempertegas kebenaran Al-Qur’an, yang mengabarkan titik terendah jauh sebelum datangnya ilmu geologi. Laut Mati, yang terletak antara Israel dan Yordania, terus mengalami penurunan permukaan air akibat pengalihan aliran Sungai Yordan sejak tahun 1960-an. Meskipun terjadi penurunan tajam, penelitian menunjukkan bahwa Laut Mati masih tetap berada pada posisi terendah, sekitar 400 meter di bawah permukaan laut.
Mukjizat Al-Qur’an ini memperlihatkan bagaimana wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW jauh mendahului penemuan ilmiah yang ada saat ini.





