UEFA Boikot FIFA, Lima Turnamen Dunia Terancam Tanpa Wakil Eropa

JAKARTA – UEFA boikot FIFA menjadi sorotan utama sepak bola internasional setelah organisasi sepak bola Eropa itu kembali menegaskan sikapnya terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Keputusan tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap sejumlah kompetisi dunia yang akan digelar dalam dua tahun ke depan.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa asosiasi sepak bola anggotanya masih mempertahankan keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam berbagai kompetisi FIFA hingga tuntutan mereka dipenuhi. Perkembangan ini menjadi perhatian para penggemar sepak bola, termasuk komunitas yang mengikuti informasi pertandingan melalui Jalalive.
UEFA Masih Kehilangan Kepercayaan kepada Gianni Infantino
UEFA menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan terhadap dua syarat utama yang sebelumnya diajukan kepada FIFA. Organisasi tersebut meminta agar rencana penjualan saham atau hak komersial kompetisi utama FIFA kepada investor swasta dibatalkan secara permanen.
Selain itu, UEFA juga menginginkan adanya jaminan bahwa kebijakan serupa tidak akan kembali diajukan di masa mendatang.
Dalam keterangannya, UEFA menyebut bahwa mereka masih kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino meskipun Presiden FIFA tersebut mengklaim kembali memperoleh dukungan dari para pejabat senior organisasi.
Menurut UEFA, dukungan yang diberikan oleh pejabat internal FIFA tidak mengubah posisi mereka terhadap kepemimpinan Infantino.
Lima Turnamen FIFA Terancam Tanpa Negara Eropa
Apabila keputusan UEFA boikot FIFA benar-benar diterapkan, sedikitnya lima turnamen internasional berpotensi kehilangan peserta dari kawasan Eropa.
Berikut daftar kompetisi yang terancam terdampak:
- Piala Dunia Putri U-20 2026 di Polandia.
- Piala Dunia Putri U-17 2026 di Maroko.
- Piala Dunia Putra U-17 2026 di Qatar.
- Piala Dunia Antarklub Putri 2027.
- Piala Dunia Putri FIFA 2027.
Absennya negara-negara Eropa tentu akan memengaruhi kualitas persaingan mengingat banyak tim elite berasal dari konfederasi UEFA.
Penyebab Konflik UEFA dan FIFA
Ketegangan antara UEFA dan FIFA bermula ketika Gianni Infantino mengusulkan penjualan sebagian kepemilikan atau hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Gagasan tersebut menuai penolakan dari sejumlah federasi sepak bola karena dinilai dapat mengubah arah pengelolaan sepak bola dunia.
Tekanan terhadap Infantino semakin besar hingga digelarnya rapat darurat FIFA di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus. Dalam pertemuan tersebut, Infantino mengakui kesalahan atas usulan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada para anggota.
Meski demikian, Presiden FIFA berusia 56 tahun itu dikabarkan tetap memperoleh dukungan dari pejabat senior FIFA untuk melanjutkan kepemimpinannya dan berencana kembali mencalonkan diri pada pemilihan presiden berikutnya.
Dampak Boikot UEFA bagi Sepak Bola Dunia
Jika negara-negara anggota UEFA benar-benar tidak mengikuti kompetisi FIFA, maka turnamen internasional akan kehilangan banyak tim unggulan seperti Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Belanda, hingga Portugal.
Situasi tersebut diperkirakan akan berdampak pada kualitas pertandingan, nilai komersial turnamen, hak siar televisi, hingga minat sponsor global. Konflik antara UEFA dan FIFA pun menjadi salah satu isu terbesar dalam dunia sepak bola internasional menjelang penyelenggaraan berbagai ajang bergengsi FIFA.






