Alaku

Jakarta – Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Selain menjaga tekanan darah, rutin berolahraga, dan menerapkan gaya hidup sehat, para ahli gizi menilai pola makan berperan penting dalam menekan risiko penyakit tersebut, termasuk dengan mengonsumsi makanan bergizi secara rutin.

Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah diet Mediterania yang kaya minyak zaitun, biji-bijian utuh, buah, sayuran, serta kacang-kacangan. Ahli gizi Vanessa King, M.S., RDN, menyebut pola makan tersebut terbukti mampu menurunkan risiko stroke hingga 40 persen pada kelompok yang berisiko tinggi.

Dilansir dari Eating Well, terdapat lima jenis makanan yang dinilai baik untuk menjaga kesehatan otak sekaligus pembuluh darah sehingga dapat membantu mengurangi risiko stroke.

Salmon menjadi salah satu pilihan utama karena kaya akan asam lemak omega-3 serta vitamin B6 dan B12. Menurut King, kandungan vitamin tersebut membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah yang merupakan salah satu faktor risiko stroke. Selain salmon, ikan berlemak seperti tuna dan makarel juga memiliki manfaat serupa.

Kopi juga masuk dalam daftar makanan dan minuman yang direkomendasikan selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Ahli gizi Amy Brownstein, M.S., RDN, mengatakan manfaat kopi tidak hanya berasal dari kafein, tetapi juga kandungan polifenol, termasuk asam klorogenat, yang berpotensi membantu mengontrol tekanan darah. Namun, ia mengingatkan agar konsumsi kopi tidak disertai gula berlebihan karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Sementara itu, bayam menjadi sumber folat dan magnesium yang penting bagi kesehatan pembuluh darah. Vanessa King menjelaskan bahwa asupan folat yang tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko stroke hingga 17 persen, sedangkan magnesium juga berhubungan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Bayam dapat diolah menjadi tumisan, sup, maupun sayur bening.

Pilihan berikutnya adalah kacang Arab atau chickpeas yang mengandung serat, protein nabati, dan vitamin B6. “Satu cangkir chickpeas dapat memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan harian vitamin B6,” kata King. Kandungan tersebut membantu menurunkan kadar homosistein sekaligus mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu, tempe, dan edamame juga direkomendasikan. Brownstein menjelaskan protein kedelai dapat membantu menurunkan tekanan darah, sementara fitoestrogen dan isoflavon di dalamnya diduga berperan melemaskan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah tetap terjaga.

Menurut Brownstein, perubahan sederhana seperti mengganti satu menu berbahan daging setiap pekan dengan olahan kedelai sudah dapat menjadi langkah awal untuk mendukung kesehatan jantung, otak, dan menurunkan risiko stroke. Seperti diberitakan Detikfood, pola makan sehat yang konsisten menjadi salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan