Konsumsi Buah dan Sayuran Berwarna Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker

Bengkulu – Menambahkan buah dan sayuran berwarna ke dalam menu harian disebut dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Selain menerapkan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi dan beragam menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Hal ini dilaporkan detik mengutip sejumlah sumber kesehatan.
Menurut East Lancashire Hospitals NHS Trust, warna buah dan sayuran perlu diperhatikan saat berbelanja bahan makanan. Para ahli menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi buah dan sayuran dengan berbagai warna demi mendukung kesehatan secara menyeluruh.
“Dengan mengonsumsi buah dan sayuran dengan warna yang berbeda, Anda kemungkinan besar akan mendapatkan berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan,” jelas mereka, seperti dikutip dari Mirror UK.
Para ahli juga menegaskan bahwa setiap warna memiliki kandungan senyawa pelindung yang berbeda. “Warna-warna tertentu sangat kaya akan senyawa pelindung, dan setiap buah atau sayuran memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda,” lanjut pernyataan tersebut.
Salah satu warna yang disorot adalah merah. Buah dan sayuran berwarna merah diketahui mengandung likopen, senyawa antioksidan yang diyakini dapat membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker.
“Buah dan sayuran merah mengandung likopen yang dapat membantu melindungi terhadap kanker tertentu,” ujar para ahli. Contoh makanan berwarna merah yang dianjurkan antara lain tomat, paprika merah, semangka, dan jeruk bali merah muda.
Selain merah, warna lain juga memiliki manfaat penting:
- Oranye: kaya beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A untuk kesehatan kulit.
- Kuning: mengandung karotenoid yang berperan melindungi kesehatan mata.
- Hijau: mengandung zat besi dan senyawa pemberi energi yang membantu mencegah anemia.
- Ungu: merupakan sumber antosianin, antioksidan yang dikenal memiliki efek anti-penuaan.
Sejumlah penelitian menunjukkan likopen sebagai antioksidan kuat berpotensi menurunkan risiko beberapa kanker, terutama kanker prostat, dengan cara mengurangi stres oksidatif dan menghambat pertumbuhan tumor. Meski demikian, para ahli menegaskan hasil penelitian masih beragam sehingga pola makan sehat tetap perlu diimbangi dengan gaya hidup seimbang secara keseluruhan.






