Alaku

Manfaat Puasa Latih Kendali Diri dan Sehatkan Jiwa Raga

Manfaat Puasa Latih Kendali Diri dan Sehatkan Jiwa Raga (foto:canva)

Jakartamanfaat puasa tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga menyentuh aspek pembentukan karakter, ketenangan batin, hingga kesehatan fisik dan mental. Pesan ini disampaikan dalam tayangan detikKultum yang dikutip dari media detik, saat mengulas makna dan tujuan puasa yang sering kali dijalani tanpa perenungan mendalam.

Dalam kultum tersebut, Ustaz Koh Dennis Lim mengajak jemaah kembali pada tujuan utama puasa sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT di Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ia menekankan bahwa tujuan akhir puasa adalah ketakwaan. Dari ketakwaan itulah muncul ketenangan, rasa cukup, dan kebahagiaan yang sejati. Banyak orang, menurutnya, menginginkan hidup bahagia, tetapi tidak memahami bahwa jalan menuju kebahagiaan justru dimulai dari kemampuan mengendalikan diri.

Manfaat puasa paling nyata terlihat dari proses latihan menahan keinginan paling mendasar, yaitu makan dan minum. Pada awal Ramadan, sebagian orang mengalami apa yang disebut “lapar mata”. Saat berbuka, hampir semua jenis makanan ingin tersedia di meja. Namun, seiring berjalannya hari, tubuh dan jiwa mulai beradaptasi. Porsi dan menu sederhana pun terasa cukup, tanpa dorongan untuk berlebihan.

Menjelang akhir Ramadan, banyak orang merasakan perubahan suasana batin. Hati menjadi lebih tenang, dan hal-hal yang sebelumnya sangat menggoda perlahan kehilangan daya tariknya. Padahal, latihan pengendalian tersebut baru berlangsung sekitar tiga puluh hari. Dari situ terlihat bahwa kebiasaan dan hawa nafsu sejatinya bisa dilatih dan diarahkan.

Ustaz Koh Dennis Lim kemudian mencontohkan orang-orang yang terbiasa menjalani puasa sunnah, seperti puasa Daud. Bagi mereka, makan bukan lagi pusat kehidupan. Ketika makanan tersedia, disyukuri. Saat tidak ada, hati tetap tenang. Bahkan ketika makan, niatnya diarahkan agar tubuh tetap sehat sehingga ibadah dapat dilakukan dengan lebih baik.

Ia mengingatkan bahwa makan merupakan kebutuhan paling dasar manusia. Tanpa makan, seseorang bisa meninggal dunia. Jika kebutuhan sekuat itu saja dapat dikendalikan, maka urusan dunia lain yang sifatnya tambahan seharusnya lebih mudah dihadapi. Misalnya, saat melihat tetangga memiliki rumah lebih besar atau kendaraan lebih bagus, hati yang terlatih tidak mudah gelisah atau iri.

Dari proses inilah, menurutnya, tumbuh sikap zuhud, yaitu tidak menjadikan dunia sebagai pusat kebahagiaan. Hati tidak silau oleh nikmat yang dimiliki orang lain, bahkan mampu ikut berbahagia saat orang lain mendapatkan kebaikan.

“Ikut senang saat saudaranya senang,” ujar Ustaz Koh Dennis Lim.

Ia menambahkan, banyak orang merasa hidupnya berat bukan karena kekurangan harta, melainkan karena tidak mampu mengendalikan hawa nafsu. Puasa menjadi sarana utama untuk melatih penguasaan diri. Dari menahan lapar, seseorang belajar menahan iri, menahan marah, serta menahan ambisi yang berlebihan. Ketika nafsu mulai terkendali, hati menjadi lebih lapang, rasa cukup tumbuh, dan dari situlah kebahagiaan hadir.

Selain dari sisi spiritual, manfaat puasa juga dibahas dari sudut pandang kesehatan. Situs kesehatan Alodokter menjelaskan bahwa puasa tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Selama berpuasa, tubuh mengalami penyesuaian metabolisme untuk memenuhi kebutuhan energi.

Menurut Alodokter, tubuh membutuhkan waktu sekitar 6–8 jam untuk menyerap nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Oleh karena itu, asupan bergizi dan cukup air putih saat sahur dan berbuka sangat penting agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari dehidrasi maupun kelelahan.

Saat asupan energi berkurang, tubuh akan memanfaatkan cadangan energi dari karbohidrat atau gula yang tersimpan di hati dan otot. Selain itu, jaringan lemak juga akan diolah menjadi sumber energi. Dalam kondisi ekstrem, seperti puasa berhari-hari tanpa berbuka, tubuh bisa memasuki fase kelaparan dengan membakar protein otot, meski kondisi ini jarang terjadi pada puasa Ramadan.

Alodokter memaparkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan dan menjaga berat badan, meningkatkan metabolisme, serta menurunkan risiko obesitas. Beberapa riset juga menunjukkan bahwa orang yang rutin berpuasa selama sekitar satu bulan memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, puasa dinilai mampu menurunkan risiko diabetes karena membantu memperbaiki metabolisme tubuh dan meningkatkan kinerja insulin dalam mengatur kadar gula darah. Ada pula penelitian pada hewan yang menunjukkan potensi puasa dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, meskipun manfaat ini masih memerlukan penelitian lanjutan pada manusia.

Dari sisi mental, puasa disebut dapat menurunkan kadar hormon stres atau kortisol serta merangsang hormon endorfin yang berperan dalam menenangkan pikiran. Kedekatan spiritual selama berpuasa juga diyakini membuat suasana batin lebih damai dan pikiran lebih jernih.

Meski demikian, Alodokter mengingatkan bahwa puasa perlu dijalani dengan bijak. Puasa bisa berisiko jika dilakukan tanpa sahur atau saat kondisi tubuh tidak sehat. Orang dengan penyakit tertentu, ibu hamil dan menyusui, serta mereka yang sedang menjalani pengobatan khusus disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa.

Dengan demikian, manfaat puasa mencakup pembentukan ketakwaan, pengendalian diri, ketenangan jiwa, hingga peningkatan kesehatan tubuh. Selama dijalani dengan pemahaman yang benar dan kondisi yang sesuai, puasa menjadi sarana pendidikan jiwa sekaligus menjaga keseimbangan raga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan