Alaku

Masjid Kuno Negev Ditemukan, Jejak Islam Awal dan Populasi Muslim Israel Terungkap

Masjid Kuno Negev Ditemukan, Jejak Islam Awal dan Populasi Muslim Israel Terungkap Foto: Emil Aladjem/Israel Antiquities Authority

RahatMasjid Kuno Negev berusia sekitar 1.200 tahun ditemukan di Gurun Negev, Israel, dan dinilai sebagai salah satu situs Muslim awal paling langka di dunia. Temuan ini terungkap dari penggalian arkeologi yang dilakukan pada 2019, sebelum pembangunan permukiman baru di Kota Badui Rahat, wilayah selatan Israel, sebagaimana dikutip dari detik.

Struktur bangunan masjid berbentuk persegi panjang dengan ceruk mihrab yang menghadap ke selatan, arah menuju Mekkah. Orientasi tersebut menjadi penanda kuat bahwa bangunan itu digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam pada periode awal sejarah Islam di kawasan tersebut.

Penggalian dipimpin oleh tim arkeolog dari Israel Antiquities Authority (IAA). Para peneliti menyebut bangunan itu kemungkinan merupakan masjid pedesaan yang melayani komunitas petani lokal di Negev pada masa awal pemerintahan Islam.

“Bangunan ini menunjukkan contoh paling awal pemukiman Muslim di Negev dan fungsi ritualnya, sesuatu yang sangat langka di dunia arkeologi Islam,” kata Jon Seligman, pemimpin penggalian arkeologi tersebut.

Selain masjid, para arkeolog juga menemukan jejak permukiman dan aktivitas pertanian di sekitarnya. Temuan ini memperkuat gambaran tentang kehidupan masyarakat lokal yang beradaptasi dengan budaya baru setelah penaklukan Arab di wilayah Levant pada abad ke-7 Masehi.

Pakar sejarah klasik Gideon Avni menilai temuan tersebut penting bagi rekonstruksi sejarah kawasan. “Temuan desa dan masjid di sekitarnya memberikan kontribusi signifikan untuk studi sejarah kawasan selama periode yang penuh gejolak ini,” ujarnya.

Keberadaan Masjid Kuno Negev juga berkaitan dengan fakta demografis Israel saat ini. Dikutip dari sindonews, Israel dikenal sebagai negara Yahudi karena lebih dari 73 persen penduduknya beragama Yahudi, bahkan hampir 50 persen populasi Yahudi dunia tinggal di negara tersebut. Pada 2025, jumlah penduduk Israel tercatat sekitar 9,5 juta jiwa.

Meski demikian, data Biro Statistik Pusat Israel (CBS) menunjukkan populasi Muslim di Israel mencapai sekitar 1,7 juta orang atau 18,1 persen dari total penduduk. Komunitas Muslim tersebar di wilayah utara seperti Nazaret dan Umm al-Fahm, wilayah tengah seperti Lod dan Ramla, serta wilayah selatan termasuk Negev.

Menurut sindonews, keberadaan umat Islam di Israel tidak terlepas dari sejarah panjang sejak masa Kekaisaran Ottoman yang menguasai Palestina dari abad ke-16 hingga awal abad ke-20. Setelah pembentukan Negara Israel pada 1948, sebagian besar Muslim yang kini tinggal di Israel merupakan keturunan penduduk Arab yang tetap bertahan pasca-perang.

Hingga kini, umat Islam di Israel diakui sebagai warga negara dan memiliki hak politik, meski masih menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. Dalam konteks tersebut, Masjid Kuno Negev menjadi bukti penting keberadaan dan peran komunitas Muslim sejak lebih dari satu milenium lalu di wilayah yang kini menjadi bagian dari Israel.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan