Alaku

Penulis : Shinta Lestari Oktarini – Universitas Bangka Belitung

BENAR atau salah dalam mendidik buah hati ? Saat ini kita banyak merasakan perbedaan ilmu parenting yang orang tua kita zaman dulu terapkan dengan orang tua zaman sekarang, lalu yang mana ilmu parenting yang perlu kita pedomani. Tidak usah riweh terhadap ilmu parenting zaman dahulu ataupun sekarang, mari kita berkaca pada alquran dan sunnah yang mana ilmu parenting sudah disampaikan dengan sangat baik.

 

Seperti kita ketahui, Rasulullah SAW adalah rasul yang menjadi suri tauladan kita, kita dapat mengikuti cara mendidik buah hati kita ala Rasulullah.

 

Dalam tulisan Laila mengatakan ada 9 cara mendidik buah hati ala Rasulullah, seperti berikut :

 

1. Memberikan Kasih Sayang dan Perhatian

 

Cara mendidik anak ala Rasulullah yang pertama adalah selalu memperhatikan dan mengasihi anak-anak. Selama hidupnya, Rasulullah selalu menyempatkan diri untuk bermain dan bercanda dengan anak-anaknya lho, Grameds!

 

 

Anak yang mendapatkan kasih sayang cukup dari orang tuanya pasti akan merasa dihargai dan dicintai. Tak hanya itu, mereka juga akan cenderung lebih pede dengan dirinya sendiri!

 

2. Mengajarkan Nilai-nilai Islam Sejak Dini

 

Sebagai penganut ajaran agama Islam, wajib hukumnya bagi kita untuk membantu anak-anak mempelajari nilai-nilai Islam sejak usia belia. Apalagi, sejatinya Islam ‘kan berfungsi sebagai panduan kita hidup sehari-hari

 

 

Contohnya, kamu bisa mengenalkan Allah kepada mereka, mengajarkan baca tulis Al Quran, menghafal asmaul husna, hingga menjalankan sunah-sunah Rasul setiap saatnya.

3. Menjadi Teladan yang Baik

Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Setidaknya begitulah yang sering dikatakan orang-orang. Ini disebabkan karena anak kecil cenderung meniru perilaku hingga ucapan lingkungannya.

Nah, untuk itu kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki akhlak dan perilaku kita supaya menjadi suri tauladan yang baik bagi mereka. Hindari perilaku-perilaku negatif yang berpotensi ditiru oleh anak yaa!

4. Bersikap Adil dan Tidak Membeda-bedakan

Untuk bisa mendidik anak ala Rasulullah, sobat Grameds tidak boleh ya membeda-bedakan anak, baik dari segi umur ataupun hubungan darah. Apabila kamu mampu berlaku adil, anak pasti akan merasa dihargai oleh orang tuanya. No more rasa cemburu antar saudara.

5. Mengajarkan Akhlak Mulia

Kelima, Nabi Muhammad SAW selalu menekankan kita tentang pentingnya memiliki akhlak yang baik, mulai dari bersikap jujur dan rendah hati. Selain lebih menghargai orang lain, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih berintegritas nantinya. Ucapan beliau ini bisa kita lihat dari hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a.

“Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama.”

6. Memberikan Pendidikan yang Baik

Selanjutnya, cara mendidik anak ala Rasulullah pastinya akan mengutamakan pendidikan untuk mereka. Dalam hadis riwayat At Tabrani dari Ali bin Abi Thalib r.a., beliau pernah bersabda: “Didiklah anak-anakmu atas tiga hal: mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca Alquran. Sebab, orang yang mengamalkan Alquran nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para nabi dan orang-orang yang suci.”Beli buku terlaris online

7. Menghargai dan Mendengarkan Anak

Sebagai orang tua yang baik, Nabi Muhammad SAW selalu menghargai dan mendengarkan anak-anaknya saat berbicara loh sobat Grameds! Dengan begini, anak nantinya tidak akan takut untuk berpendapat bahkan di depan banyak orang.

8. Mengajarkan Kemandirian

Supaya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, Rasulullah SAW mendidik anaknya untuk bisa mengerjakan sesuatu secara sendiri. Tidak sulit kok, sebatas mengikat tali sepatu atau merapikan tempat tidur. Tumbuh menjadi pribadi mandiri membuat anak kita tidak mudah bergantung kepada orang lain.

9. Memberikan Motivasi dan Dukungan

Cara mendidik anak ala Rasulullah yang terakhir adalah selalu memberikan dukungan berupa pujian dan motivasi kepada anak-anak, apalagi ketika menghadapi sebuah kesulitan. Dukungan penuh dari orang tuanya akan membuat anak semakin bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari!

Rasulullah, panutan kita sebagai seorang muslim, sangat mencintai anak-anak. Itu terlihat dari cara beliau memperlakukan anak-anak, baik anak sendiri, cucu, maupun anak orang lain. Saat salat berjamaah jika ada anak yang menangis, maka Rasulullah memendekkan bacaan surah beliau. Ketika ada yang membawa buah-buahan saat majelis, maka Rasulullah akan memberikan pertama kali kepada anak-anak. Rasulullah juga sering mengusap kepala anak-anak.

Sikap Rasulullah ini menunjukkan bahwa dunia anak-anak adalah dunia yang tidak bisa dipandang secara menyeluruh dengan perspektif orang dewasa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan