Mengapa Mudah Marah Saat Puasa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta – Banyak orang merasakan emosi lebih mudah terpancing selama menjalani ibadah puasa. Kondisi mudah marah saat puasa ternyata bukan sekadar persoalan pengendalian diri, melainkan berkaitan dengan perubahan fisiologis yang terjadi di dalam tubuh.
Dilansir dari Detik.com, para ahli kesehatan menjelaskan bahwa perubahan suasana hati selama berpuasa merupakan respons alami tubuh terhadap sejumlah faktor, mulai dari penurunan kadar gula darah hingga kurang tidur.
Salah satu penyebab utama mudah marah saat puasa adalah turunnya kadar glukosa dalam darah. Otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama untuk bekerja secara optimal, termasuk dalam mengatur emosi.
Ketika seseorang tidak makan dalam waktu lama, kadar gula darah perlahan menurun. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan otak mengelola emosi dan konsentrasi.
Fenomena ini sering disebut sebagai “hangry”, yaitu gabungan dari kata hungry (lapar) dan angry (marah). Dampaknya bisa berupa rasa tidak sabar, kesulitan fokus, hingga ledakan emosi yang lebih mudah muncul.
Selain itu, dehidrasi juga menjadi faktor yang dapat memicu mudah marah saat puasa. Penelitian dari Laboratorium Kinerja Manusia di Universitas Connecticut menunjukkan bahwa dehidrasi ringan saja sudah cukup memengaruhi suasana hati seseorang.
Kurangnya asupan cairan selama berjam-jam membuat tubuh mengalami penurunan energi dan mempersulit kemampuan berpikir jernih, terutama menjelang waktu berbuka saat aktivitas masih berlangsung.
Faktor lain yang kerap terjadi selama Ramadan adalah perubahan pola tidur. Jadwal sahur di dini hari serta kegiatan ibadah malam seperti salat Tarawih sering membuat waktu istirahat berkurang.
Kurang tidur diketahui dapat melemahkan kemampuan otak dalam mengendalikan emosi, meningkatkan kecemasan, dan membuat seseorang lebih sensitif terhadap situasi di sekitarnya.
Di sisi lain, sebagian orang juga mengalami gejala putus zat seperti kafein atau nikotin. Mereka yang terbiasa minum kopi atau merokok biasanya merasakan efek ini pada awal Ramadan.
Gejala yang muncul bisa berupa sakit kepala, sulit berkonsentrasi, hingga meningkatnya iritabilitas. Kondisi tersebut umumnya terasa pada minggu pertama sebelum tubuh beradaptasi.
Karena itu, memahami penyebab mudah marah saat puasa dapat membantu seseorang mengelola emosi dengan lebih baik selama menjalankan ibadah Ramadan.






