Alaku

Jakarta – Anggapan bahwa kebiasaan minum air putih pada malam hari dapat merusak ginjal masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, secara medis klaim tersebut tidak benar. Spesialis urologi Prof dr Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), PhD menegaskan konsumsi air putih di malam hari tidak menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal.

Dalam penjelasannya kepada detikcom, Prof Harrina menyebut dampak utama minum air berlebihan di malam hari bukanlah kerusakan ginjal, melainkan gangguan kenyamanan akibat sering buang air kecil saat tidur. “Enggak, dia lebih ke arah gangguan beser nanti saat malam,” ucapnya kepada detikcom, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan cairan tubuh pada malam hari sebenarnya jauh lebih rendah dibandingkan siang hari. Hal ini karena aktivitas fisik sudah berkurang dan tubuh tidak lagi banyak berkeringat seperti pada pagi hingga sore hari.

Menurut Prof Harrina, apabila seseorang tetap mengonsumsi air dalam jumlah besar saat malam, dampaknya justru membuat tubuh lebih sering terbangun untuk buang air kecil. Kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh tidak beristirahat secara optimal.

Untuk menjaga kesehatan sekaligus kualitas tidur, ia menyarankan agar pemenuhan kebutuhan cairan lebih difokuskan pada pagi hingga sore hari. Pola ini dinilai lebih sesuai dengan ritme aktivitas tubuh.

“Justru anjurannya untuk menghindari agar kita tidak terbangun-bangun malam hari untuk kencing dan mengganggu tidur itu minum tinggal 20 persen saja di atas jam 6 sore dan kecukupannya dicukupi dari pagi sampai sore 80 persen,” sambungnya lagi.

Dengan demikian, minum air putih di malam hari tidak perlu dikhawatirkan dari sisi kesehatan ginjal. Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan jumlah dan waktu konsumsi cairan agar tubuh tetap terhidrasi tanpa mengorbankan kualitas istirahat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan