Niat Puasa Qadha Ramadan Lengkap Arab, Latin, dan Waktunya
Niat Puasa Qadha Ramadan Lengkap Arab, Latin, dan Waktunya / foto freepik

Niat Puasa Qadha Ramadan Lengkap Arab, Latin, dan Waktunya

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Niat puasa qadha Ramadan perlu dibaca oleh seorang Muslim sebelum berpuasa. Niat termasuk dalam rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan.

Pentingnya Niat dalam Puasa

Mengutip buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya H Miftah Faridl, niat puasa menjadi hal utama dalam ibadah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa tidak berniat puasa di waktu malam maka tidak ada puasa baginya (tidak sah).” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Puasa qadha merupakan kewajiban bagi Muslim yang meninggalkan puasa Ramadan karena uzur tertentu. Kata qadha dalam Islam berarti memenuhi atau melaksanakan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditetapkan.

Dalil Al-Qur’an tentang Qadha Puasa

Perintah qadha puasa termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 184:

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan

Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadan yang dikutip dari Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari oleh Muh Hambali:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu soumaghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku niat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah ta’ala.”

Kelompok yang Wajib Qadha Puasa Ramadan

Menurut buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH Muhammad Habibilillah, beberapa kelompok yang wajib mengqadha puasa Ramadan antara lain:

  • Orang sakit
  • Musafir (orang yang dalam perjalanan jauh)
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang tua yang sudah tidak sanggup berpuasa
  • Pekerja berat
  • Wanita yang sedang haid dan nifas

Ketentuan Waktu Qadha Puasa Ramadan

Mengutip buku 10 Formula Dasar Islam: Konsep dan Penerapannya oleh Gamar Al-Haddar, puasa qadha Ramadan harus dilakukan sebelum Ramadan berikutnya. Jika terlewat, seorang Muslim tetap wajib mengqadha puasa dan membayar fidyah sesuai ketentuan mazhab Syafi’i dan Hambali.

Qadha puasa dapat dikerjakan kapan saja, termasuk pada bulan Syaban atau hari-hari sebelum Ramadan tiba.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *