Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan segera membuka pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 mulai 1 April 2026. Program beasiswa hasil kolaborasi LPDP dan Kemenag ini kembali hadir dengan lima skema utama untuk jenjang S1, S2, hingga S3.
Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi salah satu program yang paling dinanti calon mahasiswa dan tenaga pendidik di lingkungan pendidikan keagamaan. Pada tahun ini, Kemenag menyiapkan sejumlah jalur, termasuk beasiswa reguler, double degree, hingga program akselerasi.
Mengacu pada laman resmi Beasiswa Kemenag, skema pertama yang dibuka adalah Beasiswa Pesantren. Jalur ini mencakup Beasiswa S1 Santri bagi lulusan MA/SMA/SMK, PDF Wustha/Ulya, PKPPS Wustha/Ulya, serta Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Wustha/Ulya untuk melanjutkan kuliah S1 di perguruan tinggi mitra.
Selain itu, Beasiswa Pesantren juga menyediakan program S2 dan S3. Skema ini diperuntukkan bagi santri, alumni pesantren, guru, tenaga kependidikan, hingga dosen Ma’had Aly yang memenuhi syarat, baik untuk studi di dalam negeri maupun luar negeri.
Skema kedua adalah Beasiswa Unggulan Keagamaan (BUK). Untuk jenjang S1, beasiswa ini menyasar siswa dari Madrasah Aliyah, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, hingga Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas.
Sementara untuk S2 dan S3 BUK, sasaran penerimanya lebih luas. Mulai dari guru PNS maupun non-PNS di satuan pendidikan keagamaan, guru agama di sekolah umum, PNS Kemenag atau Kantor KUA, tenaga kependidikan PTKI, hingga alumni pendidikan keagamaan.
Kemenag juga membuka skema ketiga berupa Beasiswa Double Degree. Pada jalur ini, tersedia program S1 Double Degree dan S2 Double Degree bagi lulusan sekolah umum, pendidikan keagamaan, serta guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi persyaratan.
Di sisi lain, skema keempat adalah Beasiswa Akselerasi. Program ini memungkinkan peserta menempuh dua jenjang sekaligus, yakni Akselerasi S1+S2 dan Akselerasi S2+S3, dengan sasaran santri, guru, tenaga kependidikan, PNS Kemenag, hingga alumni pendidikan keagamaan.
Skema kelima yang turut dibuka adalah Beasiswa Targeted melalui program S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Jalur ini ditujukan bagi peserta yang memiliki keterbatasan waktu atau wilayah, dengan sistem pendidikan yang lebih fleksibel.
Beasiswa S1 PJJ menyasar ustadz dan ustadzah dari PDF, PKPPS, Mu’adalah, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Madrasah Diniyah Takmiliyah, hingga PAUD Qur’ani. Selain itu, guru PNS, guru non-PNS, tenaga kependidikan dari RA, MA, MTs, MI, dan guru agama PAI di sekolah umum juga dapat mendaftar.
Untuk jadwal seleksi, pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dibuka pada 1 April hingga 31 Mei 2026. Seleksi administrasi berlangsung 1-15 Juni, pengumuman administrasi pada 16 Juni, seleksi skolastik 25-29 Juni, pengumuman skolastik 1 Juli, wawancara 3-20 Juli, dan pengumuman akhir pada 27 Juli 2026.
Informasi lengkap mengenai syarat dan mekanisme pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dapat diakses melalui laman resmi Beasiswa Kemenag di www.beasiswa.kemenag.go.id.




