Alaku

Overthinking Marak di Kalangan Anak Muda, Ini Solusi Menurut Islam

Overthinking Marak di Kalangan Anak Muda, Ini Solusi Menurut Islam

Jakarta – Fenomena overthinking semakin marak di kalangan anak muda, menyebabkan kecemasan dan ketakutan berlebihan terhadap masa depan. Islam mengajarkan agar tidak terjebak dalam kekhawatiran yang berlebihan terhadap hal-hal yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT.

Nasihat Imam Syafi’i tentang Overthinking

Anggota Dewan Pengawas Syariah BTN, H. Muhammad Faiz, Lc, MA, atau yang akrab disapa Gus Faiz, menjelaskan bahwa Islam telah memberikan solusi untuk mengatasi overthinking. Dalam salah satu syairnya, Imam Syafi’i menasihatkan bahwa jika Allah SWT telah memberikan rezeki dan mencukupi kebutuhan di masa lalu, maka di masa depan pun Allah akan tetap mencukupi kebutuhan hamba-Nya.

“Ketika Allah telah memberikan begitu banyak hal di masa lalu yang dengan ukuran sebelumnya rasanya juga patut untuk kita cemaskan, maka kita juga patut punya keyakinan bahwa Allah jualah nanti di masa yang akan datang akan memberikan rezeki kepada kita sesuai dengan kepantasan kita,” ujar Gus Faiz dalam detikKultum, Minggu (9/3/2025).

Kunci Tenang dan Tidak Overthinking

Menurut Gus Faiz, inti dari ajaran Islam adalah menjalankan kewajiban hari ini tanpa perlu mencemaskan masa depan yang belum terjadi. Ia menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan Allah SWT, termasuk kesehatan dan kehidupan saat ini.

“Oleh karena itu, saat kita hidup sekarang ini, tanamkan dalam benak bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Penyayang, yang tidak mungkin menguji hamba-Nya kecuali sesuai dengan kemampuannya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa ketakutan berlebihan terhadap masa depan bisa membuat seseorang gagal sebelum berusaha. Oleh karena itu, fokuslah pada apa yang bisa dilakukan hari ini, baik dalam bekerja, beribadah, maupun bertawakal kepada Allah SWT.

Zikir untuk Mengatasi Kecemasan

Untuk menghilangkan kecemasan dan ketakutan berlebihan, Gus Faiz menyarankan untuk membaca zikir berikut:

  1. Hasbunallah wa ni’mal wakilCukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong kita.
  2. La haula wala quwwata illa billahTidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

“Jika kita selalu bersama Allah dalam ridha dan rahmat-Nya serta menaati perintah-Nya, maka kebersamaan kita dengan Allah sudah cukup untuk menghadapi tantangan di masa depan,” tegasnya.

Solusi dari MUI: Dekatkan Diri kepada Allah

Ketua Umum MUI DKI Jakarta ini juga menekankan bahwa kecemasan sering muncul karena jauhnya seseorang dari Allah SWT. Oleh karena itu, penting untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, mencari rezeki dengan cara yang halal, dan yakin bahwa Allah adalah pemberi rezeki yang akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya sesuai dengan yang terbaik bagi mereka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan