Alaku

Jakarta – Sholat Dhuha menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain dikenal sebagai amalan pembuka pintu rezeki, sholat yang dikerjakan pada waktu pagi hingga menjelang Dzuhur ini juga merupakan ibadah yang rutin dilaksanakan Rasulullah SAW.

Sholat Dhuha termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Ibadah ini menjadi bentuk rasa syukur seorang hamba atas nikmat kesehatan, kesempatan hidup, serta berbagai karunia yang diberikan Allah SWT setiap hari.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Darda, Rasulullah SAW mewasiatkan tiga amalan yang tidak pernah ditinggalkannya, yakni puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha dua rakaat, dan sholat witir sebelum tidur.

Waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit hingga menjelang masuk waktu Dzuhur. Para ulama menyebut waktu yang paling utama adalah ketika matahari mulai meninggi dan udara mulai terasa panas.

Sholat Dhuha paling sedikit dikerjakan dua rakaat. Sementara sebagian ulama berpendapat jumlah rakaat maksimalnya mencapai 12 rakaat, dengan pelaksanaan dua rakaat satu salam.

Adapun niat sholat Dhuha dibaca dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram:

“Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat sholat Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata cara pelaksanaannya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek, rukuk, i’tidal, sujud, hingga diakhiri dengan tasyahud dan salam.

Para ulama menjelaskan bahwa sholat Dhuha memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya adalah sebagai pengganti sedekah untuk seluruh persendian tubuh manusia setiap pagi, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.

Selain itu, sholat Dhuha juga menjadi amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib ketika seorang hamba dihisab pada Hari Kiamat. Amal sunnah tersebut akan menjadi pelengkap apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan sholat fardhu.

Keutamaan lainnya adalah jaminan kecukupan rezeki dan kebutuhan hidup bagi orang yang istiqamah melaksanakannya. Dalam hadits qudsi, Allah SWT menjanjikan kecukupan bagi hamba yang mengerjakan empat rakaat sholat Dhuha pada awal siang.

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga menyebut orang yang menjaga sholat Dhuha akan memperoleh ampunan dosa meskipun sebanyak buih di lautan. Bahkan, bagi mereka yang mengerjakan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat, Allah SWT menjanjikan sebuah istana dari emas di surga.

Karena itu, sholat Dhuha tidak hanya menjadi ibadah sunnah yang bernilai pahala, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat rasa syukur dan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan