Panduan Niat Mandi Ramadan, Ini Bacaan dan Hukumnya Menurut Ulama
Panduan Niat Mandi Ramadan, Ini Bacaan dan Hukumnya Menurut Ulama. Foto: Gen Sadakane / EyeEm/Getty Images via The Spruce

Panduan Niat Mandi Ramadan, Ini Bacaan dan Hukumnya Menurut Ulama

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Menjelang pelaksanaan puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri tidak hanya secara lahiriah, tetapi juga batiniah. Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah mandi sebelum Ramadan, yang bertujuan membersihkan tubuh dari kotoran serta menata kesiapan ibadah sejak dini.

Dikutip dari detik, niat mandi Ramadan dibaca sebelum membasuh air ke seluruh tubuh. Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya susunan R Syamsul dijelaskan, seseorang yang berada dalam kondisi hadats besar dianjurkan menyucikan diri dengan mandi sebelum fajar agar dapat memulai puasa dalam keadaan bersih.

Landasan praktik tersebut merujuk pada riwayat dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA yang menyebutkan:

“Bahwasanya Rasulullah SAW memasuki waktu fajar dan beliau dalam keadaan junub karena salah seorang keluarga (istrinya), kemudian beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari)

Terkait bacaan niat mandi Ramadan, dinukil dari buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Dzikir karya Zakaria R Rachman, terdapat dua jenis niat yang dapat diamalkan, yakni niat mandi sunnah Ramadan dan niat mandi wajib Ramadan.

Untuk niat mandi sunnah Ramadan, bacaan yang dianjurkan sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, niat mandi wajib Ramadan ditujukan bagi mereka yang memiliki hadats besar, dengan bacaan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

Mengenai hukumnya, mandi sebelum Ramadan termasuk amalan yang dianjurkan. Hal ini tercantum dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri yang dinukil NU Online:

“Dan sisa mandi-mandi yang disunnahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya. Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki Kota Madinah,… dan setiap malam di bulan Ramadan. Imam Al-Adzra’i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjamaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu.”

Dengan demikian, mandi menjelang Ramadan tidak bersifat wajib dan bukan termasuk rukun atau syarat puasa. Mandi sunnah tersebut dianjurkan dan dapat dilakukan pada setiap malam selama bulan Ramadan.

Adapun tata cara mandi Ramadan, sebagaimana dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunah Berikut Juz ‘Amma untuk Pemula karya Zaky Zamani, pada dasarnya sama seperti mandi wajib. Diawali dengan membaca niat, kemudian membasuh seluruh tubuh dengan air dari ujung rambut hingga ujung kaki sesuai ketentuan.

Beberapa sunnah yang dianjurkan saat mandi untuk menghilangkan hadats antara lain mendahulukan membersihkan kotoran dan najis, berwudhu sebelum mandi, membaca basmalah, berkumur dan menghisap air ke hidung, menghadap kiblat, mendahulukan anggota tubuh kanan, membasuh badan hingga tiga kali, serta membaca doa setelah mandi sebagaimana doa sesudah wudhu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *