Pemangkasan KIP Kuliah Picu Protes, Mahasiswa Terancam Putus Kuliah
Pemangkasan KIP Kuliah Picu Protes, Mahasiswa Terancam Putus Kuliah / foto freepik.com

Pemangkasan KIP Kuliah, Mahasiswa Terancam Putus Kuliah

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Pemangkasan KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) oleh pemerintah memicu gelombang protes dari mahasiswa. Tagar #KIPK menjadi trending topic di media sosial, khususnya di platform X, dengan ribuan mahasiswa menyuarakan keluh kesah dan ketakutan mereka terhadap masa depan pendidikan.

KIP Kuliah merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun, program ini terkena efisiensi anggaran, yang menyebabkan pagu KIP Kuliah dipangkas drastis dari Rp14,698 triliun menjadi Rp1,319 triliun.

Mahasiswa: “Kami Terancam Putus Kuliah”

Berdasarkan pantauan di media sosial, banyak mahasiswa yang mengungkapkan kekecewaan mereka atas kebijakan ini. Terutama bagi mereka yang sudah berada di semester akhir dan sangat bergantung pada bantuan KIPK.

Beberapa mahasiswa mengungkapkan kekhawatiran mereka:

“Ini kalau enggak dibatalin jahat banget sih, 663.821 mahasiswa terancam putus kuliah & gagal jadi sarjana pertama dari keluarga miskin? Padahal kuliah itu bisa mengangkat keluarganya dari kemiskinan.” – @staywithjeong

“Gue udah yatim piatu dan KIPK ngebantu banget buat gue bisa kuliah. Tapi malah ada efisiensi ini, gue takut banget putus kuliah.” – @saskiyayaaa

“Jadi orang miskin dan enggak terlalu pintar kayaknya enggak boleh kuliah ya? Soalnya cuma ngandelin beasiswa KIPK. Cari beasiswa lain susah. Kalau bener kayak gini, kayaknya gue harus putus kuliah :(.” – @venusveyz

“Hati gue patah banget waktu baca 663.821 orang terancam putus kuliah. KIPK itu penting banget buat yang ingin lanjut pendidikan tapi terkendala biaya. Kuliah sekarang mahal. Print skripsi aja bisa sampai 2 juta. Ini sekarang orang harus mikirin bayar UKT juga?” – @saturngguk

Pemangkasan Anggaran Kemendiktisaintek

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkena efisiensi anggaran sebesar Rp14,3 triliun dari total pagu Rp56,6 triliun di 2025.

Salah satu yang terdampak paling besar adalah pemangkasan KIP Kuliah, yang awalnya memiliki pagu Rp14,698 triliun, tetapi setelah efisiensi oleh Direktorat Jenderal Anggaran, anggaran yang tersedia tinggal Rp1,319 triliun.

Menteri Pendidikan: “Kami Usulkan KIPK Kembali ke Anggaran Awal”

Menanggapi polemik ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, menegaskan bahwa pihaknya akan mengajukan kembali usulan agar anggaran KIPK tetap pada pagu semula.

“Kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula, yaitu Rp14,698 triliun, karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia.

Kebijakan pemangkasan KIPK ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan tekanan dari mahasiswa dan publik, masih harus dilihat apakah usulan pengembalian anggaran ini akan disetujui atau tetap dipotong.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *