Alaku

Pendaftaran Belum Dibuka, Ini Syarat Nilai dan Fisik Sekolah Kedinasan Kemenhub 2026

Ilustrasi Siswa dari berbagai sekolah kedinasan. Syarat dan informasi pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026. Foto: Dok. Instagram/@bkngoidofficial

JAKARTA – Pembukaan seleksi sekolah kedinasan 2026 masih dinantikan ribuan calon mahasiswa, termasuk pendaftar perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga awal Juli 2026, jadwal resmi pendaftaran belum diumumkan pemerintah.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wisudo Putro Nugroho, mengatakan saat ini pemerintah masih mempersiapkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat Kementerian Sosial. Informasi mengenai pembukaan seleksi sekolah kedinasan akan disampaikan kemudian.

Ditunggu aja ya,” ujar Wisudo melalui pesan singkat, dikutip dari detik, Kamis (1/7/2026).

Sambil menunggu pengumuman resmi, calon peserta dapat menggunakan persyaratan seleksi tahun sebelumnya sebagai acuan. Berdasarkan Pengumuman Nomor PG-BPSDMP 1 Tahun 2025 tentang Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan Perguruan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2025/2026, lulusan yang belum memiliki ijazah diwajibkan memiliki nilai rata-rata rapor minimal 70 pada semester genap kelas XI dan semester ganjil kelas XII.

Sementara itu, bagi lulusan yang telah mengantongi ijazah, nilai rata-rata minimal yang dipersyaratkan adalah 7,0 dalam skala 10, setara 70 pada skala 100 atau 2,8 pada skala 4. Khusus peserta formasi Pola Pembibitan Orang Asli Papua (OAP), batas nilai minimal ditetapkan 6,5 pada skala 10 atau setara 65 pada skala 100.

Selain nilai akademik, calon taruna juga harus memenuhi persyaratan kesehatan dan fisik. Pendaftar wajib berbadan sehat, bebas narkoba dan HIV/AIDS, tidak memiliki gangguan fisik maupun mental, serta memiliki ketajaman penglihatan normal tanpa minus, plus, maupun buta warna.

Ketentuan tinggi badan minimal ditetapkan 160 sentimeter bagi laki-laki dan 155 sentimeter bagi perempuan. Namun, untuk sejumlah program studi di bidang penerbangan, seperti Pertolongan Kecelakaan Pesawat, Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan, Operasi Bandar Udara, Manajemen Bandar Udara, Manajemen Transportasi Udara, serta Operasi Pesawat Udara, syarat tinggi badan meningkat menjadi minimal 165 sentimeter untuk laki-laki dan 160 sentimeter bagi perempuan.

Persyaratan umum lainnya meliputi status sebagai warga negara Indonesia, berusia 16 hingga 23 tahun per 1 September, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan, tidak memiliki tato maupun tindik di luar ketentuan yang diperbolehkan, tidak sedang menjalani proses pidana, serta bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis Kementerian Perhubungan di seluruh Indonesia bagi peserta pola pembibitan.

Seleksi penerimaan calon taruna Kemenhub terdiri atas beberapa tahapan, yakni seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tes kesehatan, psikotes, tes kebugaran jasmani, wawancara, performance test, hingga penilaian prestasi. Adapun biaya pendaftaran berbeda di setiap perguruan tinggi kedinasan, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

Sebagai informasi, pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan tahun 2025 dibuka pada 29 Mei hingga 18 Juli. Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi tahun ini diimbau memantau informasi resmi melalui portal Sipencatar Kementerian Perhubungan sambil mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi, akademik, dan fisik sejak dini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan