Praktisi Kesehatan Ungkap Alasan Tidur Tanpa CD Baik untuk Wanita

Bengkulu – Kebiasaan tidur tanpa mengenakan celana dalam (CD) disebut dapat membantu menjaga kesehatan organ intim perempuan. Edukasi ini disampaikan praktisi kesehatan perempuan yang aktif di TikTok, Hailey Puckett, melalui unggahan video yang belakangan ramai diperbincangkan.
Dalam penjelasannya, Puckett mengungkapkan banyak perempuan mempertanyakan apakah tidur tanpa celana dalam aman dilakukan. Dari sudut pandang kesehatan vagina, kebiasaan tersebut justru dianjurkan karena membantu menjaga keseimbangan alami area kewanitaan. Informasi ini dikutip detik dari penjelasan Puckett di akun TikTok miliknya.
Ia menilai pembahasan mengenai kesehatan organ reproduksi perempuan masih kerap dianggap tabu, termasuk soal kebiasaan memakai celana dalam. Padahal, pemahaman yang tepat dinilai penting untuk mencegah gangguan kesehatan yang sering kali muncul tanpa disadari.
Puckett menjelaskan vagina memiliki mekanisme pembersihan alami. Namun, proses tersebut bisa terganggu apabila area intim terlalu tertutup, terutama oleh celana dalam ketat atau berbahan sintetis. Kondisi tertutup dan lembap dinilai dapat memicu pertumbuhan bakteri maupun jamur.
Menurutnya, memberi kesempatan area kewanitaan untuk “bernapas” dengan tidak mengenakan celana dalam saat tidur membantu menjaga kondisi tetap kering. Lingkungan yang tidak lembap disebut dapat menurunkan risiko iritasi dan infeksi.
Bagi perempuan yang belum merasa nyaman tidur tanpa celana dalam, Puckett menyarankan memilih bahan yang tepat. Ia merekomendasikan celana dalam berbahan katun karena memiliki sirkulasi udara lebih baik dibandingkan bahan sintetis seperti polyester atau satin.
Pendapat serupa juga disampaikan sejumlah ahli lain yang menilai bahan alami seperti katun, bambu, atau linen lebih ramah bagi kulit. Bahan-bahan tersebut dinilai tidak menahan kelembapan berlebih sehingga membantu mencegah iritasi pada area sensitif.
Selain bahan, model celana dalam turut menjadi perhatian. Penggunaan celana dalam model thong disebut tidak dianjurkan karena berpotensi meningkatkan risiko infeksi.
“Thong bisa sangat buruk untuk kesehatan vagina karena cara pakainya yang bisa menarik bakteri dari area anus ke area vagina, yang berisiko menyebabkan infeksi,” jelas Dr. Usha Rajagopal, seperti dikutip dari NY Post.






