Rasulullah Ajarkan Doa Perlindungan dari Gempa dan Tsunami, Ini Bacaannya

Jakarta – Gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami menjadi salah satu bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan kepada Allah SWT sembari tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.
Peristiwa gempa bumi sendiri disebut dalam sejumlah ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari tanda kekuasaan Allah SWT. Salah satunya tercantum dalam Surah Al-Ankabut ayat 37 yang mengisahkan azab berupa gempa dahsyat yang menimpa kaum Nabi Syuaib AS karena mendustakan dakwah yang disampaikan kepada mereka.
Ayat tersebut berbunyi, “Mereka mendustakannya. Maka, gempa dahsyat menimpa mereka. Lalu, jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggalnya.”
Selain menjadi bagian dari kisah umat terdahulu, gempa bumi juga disebut sebagai salah satu peristiwa yang akan terjadi menjelang hari kiamat sebagaimana dijelaskan dalam Surah Az-Zalzalah.
Dalam sejumlah riwayat hadis, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dapat diamalkan untuk memohon keselamatan dari berbagai musibah, termasuk bencana yang datang dari segala arah. Doa tersebut dianjurkan dibaca pada waktu pagi dan petang sebagai bagian dari zikir harian.
Berikut doa perlindungan yang diriwayatkan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dari hadis yang terdapat dalam Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah:
“Allahumma inni as-alukal ‘afiyah fid dunya wal akhirah, Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘afiyah fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummastur ‘aurati wa amin rau’ati. Allahummahfadhni min baini yadayya wa min khalfi wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi wa a’udzu bi ‘azhamatika an ughtala tahti.”
Artinya, memohon keselamatan, ampunan, perlindungan bagi agama, keluarga, harta, serta perlindungan dari berbagai bahaya yang datang dari segala arah, termasuk dari bawah bumi yang dimaknai sebagian ulama sebagai gempa bumi.
Imam Waki’ menjelaskan bahwa frasa “dari bawahku” dalam doa tersebut merujuk pada perlindungan dari bencana gempa bumi.
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari berbagai musibah seperti tenggelam, tertimpa bangunan, dan kebakaran yang relevan dengan risiko bencana alam, termasuk tsunami.
Dalam hadis riwayat An-Nasa’i disebutkan doa yang berisi permohonan perlindungan dari jatuh, tertimpa reruntuhan, tenggelam, terbakar, serta berbagai bentuk kematian yang membawa mudarat.
Ulama mengingatkan bahwa doa merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang perlu disertai dengan langkah nyata dalam menghadapi bencana, seperti mengikuti informasi resmi, memahami jalur evakuasi, dan mematuhi arahan petugas ketika terjadi keadaan darurat.
Dengan memadukan doa dan kesiapsiagaan, umat Islam diharapkan dapat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.






