Rusia Perluas Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia, Kuliah Gratis S1 hingga S3 Dibuka

Jakarta – Kesempatan mahasiswa Indonesia melanjutkan pendidikan tinggi di Rusia kembali diperluas melalui sejumlah program beasiswa yang mencakup jenjang sarjana hingga doktoral. Selain beasiswa dari Pemerintah Federasi Rusia, tersedia pula skema pendanaan dari universitas dan perusahaan besar yang bergerak di sektor strategis seperti energi nuklir dan industri aluminium.
Direktur Russian House di Indonesia, Nikita Shilikov, mengatakan calon mahasiswa Indonesia dapat memanfaatkan program kuota Pemerintah Federasi Rusia yang memberikan kesempatan menempuh pendidikan secara gratis dengan pembiayaan dari anggaran federal Rusia.
“Program kuota Pemerintah Federasi Rusia merupakan kesempatan bagi warga negara asing untuk menempuh pendidikan gratis yang dibiayai oleh anggaran federal Rusia,” ujar Nikita.
Program tersebut terbuka untuk jenjang S1, spesialis, S2, hingga S3 dengan pilihan program studi yang beragam, mulai dari rumpun humaniora hingga sains dan teknik. Di Indonesia, proses seleksi dan koordinasi pelaksanaan program dilakukan melalui Russian House.
Penerima beasiswa memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain pembebasan biaya kuliah, termasuk program persiapan bahasa Rusia, tunjangan bulanan, tempat tinggal di asrama universitas dengan tarif subsidi, potongan biaya transportasi umum, serta layanan medis darurat. Sementara itu, kebutuhan seperti tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan sebagian biaya hidup tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa apabila tidak memperoleh dukungan tambahan.
Selain jalur pemerintah, mahasiswa berprestasi juga dapat mengikuti Open Doors International Olympiad. Menurut Nikita, para pemenang kompetisi tersebut berpeluang mendapatkan hibah tambahan untuk membantu biaya hidup, asuransi kesehatan, hingga tiket perjalanan ke Rusia.
Di sisi lain, peluang beasiswa juga datang dari perusahaan besar Rusia. Perusahaan energi nuklir milik negara, Rosatom, menyediakan beasiswa bagi mahasiswa magister dan doktoral di bidang energi nuklir. Program ini dinilai relevan dengan rencana Indonesia mengembangkan energi bersih, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
Perusahaan aluminium Rusal juga menawarkan program beasiswa dengan cakupan yang lebih luas. Selain membiayai pendidikan, penerima beasiswa memperoleh fasilitas tiket pesawat, asuransi kesehatan, bantuan pembelian pakaian musim dingin, hingga peluang berkarier di perusahaan setelah menyelesaikan studi.
Nikita menambahkan, mahasiswa Indonesia masih didominasi peminat di bidang teknik, kedokteran, teknologi informasi, energi, dan pertanian. Namun, minat terhadap bioteknologi, farmasi, psikologi, serta ilmu pendidikan juga terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan sumber daya manusia di berbagai sektor pembangunan.






