Sedekah atau Menabung, Ulama Ingatkan Dahulukan Ini

Bengkulu – Sedekah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama pada bulan suci Ramadan. Sedekah dimaknai sebagai mengeluarkan harta dengan tulus dan ikhlas semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tanpa pamrih duniawi.
Dikutip dari detik, keutamaan sedekah di bulan Ramadan ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadan.
“Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?” Rasul menjawab, “Sedekah di bulan Ramadan.” (HR At Tirmidzi).
Keutamaan tersebut mendorong banyak umat Islam berlomba-lomba memperbanyak sedekah selama Ramadan. Namun demikian, muncul pertanyaan mengenai prioritas antara bersedekah dan menabung, terutama bagi mereka yang kondisi ekonominya terbatas.
Dalam Kajian Roblox detikcom, Ustaz Abi Azkakia menjelaskan bahwa sedekah hukumnya sunnah, sehingga seorang Muslim perlu memastikan kebutuhan pokoknya telah terpenuhi sebelum bersedekah. “Jadi sedekah itu kan jatuhnya hal yang sunnah, tapi pertama kita penuhi dulu kebutuhan pokok. Selama kebutuhan pokok belum tercukupi, sedekahnya nanti dulu,” terangnya, Jumat (20/2/2026).
Ia mengingatkan agar semangat bersedekah tidak justru membuat seseorang mengabaikan kebutuhan dasar dirinya sendiri. Ustaz Abi mencontohkan kondisi ketika seseorang bersedekah sementara dirinya tidak memiliki kecukupan untuk makan, sehingga setelah bersedekah justru mengalami kesulitan. Menurutnya, kondisi tersebut termasuk bentuk kezaliman terhadap diri sendiri.
“ Jadi ibarat mau bantu orang, (bantu) diri kita dulu. Sedekah paling baik itu pertama ke diri sendiri dulu baru orang terdekat entah itu istri, atau saudara. Lebih baik untuk diri kita sendiri dulu,” ujar ustaz Abi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika tabungan memang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan penting, maka menabung dapat diprioritaskan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa nilai sedekah tidak ditentukan oleh besarnya nominal, melainkan oleh keikhlasan.
“Sedekah itu lebih baik sedikit tapi ikhlas, daripada banyak tapi tidak ada rasa ikhlas. Ada (orang) yang riya, dia sedekah tidak dapat pahala sama sekali kecuali pujian dari manusia,” kata ustaz Abi.
Ia pun menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa apabila seseorang masih ragu atau belum mampu bersedekah, maka tidak mengapa untuk mendahulukan kebutuhan dan menabung. “Semisal gak yakin (untuk sedekah), yaudah untuk nabung dulu. Jadi dahulukan kebutuhan dulu, baru sedekah,” tandasnya.






