Alaku

Siswa 8 Tahun Asal Bandung Raih Top 2 Dunia di Neo Science 2025

Natanael Wiraatmajama, Siswa 3 SD Peraih 18 Medali Sains Nasional dan Internasional. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @humas_bandung)

Bandung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang internasional. Natanael Wiraatmaja, siswa kelas 3 SDK BPK Penabur Banda Bandung, meraih Juara 2 Dunia (Top 2 World) pada Grand Final Neo Science Olympiad 2025 yang berlangsung di Orlando, Amerika Serikat.

Informasi yang dihimpun dari detik menyebutkan, kompetisi tersebut mempertemukan peserta terbaik dari berbagai negara. Atas capaian itu, Natanael juga memperoleh kesempatan mengikuti kunjungan edukatif ke NASA.

Perjalanan menuju lokasi lomba bukan hal ringan bagi bocah berusia 8 tahun tersebut. Ia menempuh penerbangan selama 28 jam ke Orlando dengan didampingi ibunya, Novita Setiawan. Setelah kompetisi usai, Natanael berkesempatan mengunjungi markas NASA. Dalam unggahan Hubungan Masyarakat Bandung @humas_bandung, ia tampak berfoto di depan monumen roket NASA.

Sekembalinya ke Tanah Air, Natanael bersama kedua orang tuanya memenuhi undangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kediamannya. Dalam pertemuan itu, ia menceritakan pengalaman mengikuti ajang sains tingkat dunia.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Natanael menjawab ingin menekuni bidang penelitian.

“Peneliti genetika,” ujarnya mantap seperti dikuti dari Youtube Lembur Pakuan Channel milik KDM dilihat Rabu (11/2/2026).

Minatnya pada sains tumbuh di lingkungan keluarga berlatar belakang medis. Ayahnya berprofesi sebagai dokter anestesi, sedangkan ibunya merupakan dokter gigi.

Di usia yang masih sangat muda, Natanael telah mengoleksi sekitar 18 medali dari berbagai kompetisi nasional dan internasional. Beberapa di antaranya JISMO Spring 2025 Diamond Award di Jepang, STEM 2024 Germany National and International Gold, PIMSO dan SIMSO di Filipina serta Thailand, hingga sejumlah penghargaan emas pada ajang sains di Hongkong, India, Malaysia, dan Amerika Serikat. Puncaknya adalah Gold dan predikat Top 2 World pada Grand Final Neo Science 2025 di Orlando, Amerika Serikat.

Di luar aktivitas akademik, Natanael memiliki hobi yang tak biasa. Sang ibu mengungkapkan putranya gemar memelihara reptil sebagai bentuk apresiasi setelah meraih medali.

“Ada kadal, iguana,” ujar Novita.

Bahkan, Natanael sempat mengutarakan keinginan memelihara buaya, meski belum mendapat izin dari orang tuanya.

“Dari dulu sudah pengin pelihara buaya, tapi enggak pernah boleh sama Mama,” katanya polos, yang disambut tawa oleh KDM dan kedua orang tuanya.

Dalam kesempatan terpisah, Natanael mengaku tidak memiliki metode belajar khusus. Ia rutin meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk membaca serta mengerjakan soal sains dan matematika.

“Belajarnya simpel aja, sains sama matematika,” ujar Natanael, dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).

Prestasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia menilai capaian Natanael menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia di bidang sains.

“Kota Bandung sangat bangga karena menjadi tempat lahir anak luar biasa seperti Natanael. Kita membutuhkan anak-anak yang sejak awal memang bercita-cita menjadi saintis. Tapi saya ingin menekankan, Natanael ini masih prodigi. Biarkan ia tumbuh bahagia, melewati masa remaja dan pendewasaan dengan baik, supaya seluruh potensinya bisa berkembang optimal,” kata Farhan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan