Tanda Kulit Wajah Mulai Kekurangan Kolagen, Ini Ciri-cirinya

Jakarta – Perubahan kondisi kulit wajah kerap dianggap sepele, mulai dari jerawat yang lebih sering muncul, pori-pori tampak membesar, hingga wajah terlihat kusam. Padahal, menurut laporan detik, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal menurunnya kadar kolagen dalam tubuh. Kolagen merupakan protein penting yang berperan menjaga struktur, elastisitas, serta regenerasi kulit, sehingga penurunannya kerap terlihat pertama kali di area wajah.
Secara alami, produksi kolagen akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, gaya hidup seperti kurang tidur, paparan sinar matahari berlebihan, kebiasaan merokok, hingga pola makan yang minim nutrisi dapat mempercepat proses tersebut. Detik merangkum sejumlah tanda kekurangan kolagen yang dapat dikenali dari kondisi kulit wajah.
Salah satu tanda awal adalah kulit yang lebih rentan berjerawat. Saat kolagen menurun, fungsi pelindung kulit melemah sehingga lebih mudah mengalami iritasi dan peradangan. Akibatnya, jerawat dapat muncul berulang meski perawatan kulit telah dilakukan secara rutin.
Ciri berikutnya terlihat dari pori-pori yang tampak membesar. Kolagen berperan menjaga kekenyalan kulit, sehingga ketika jumlahnya berkurang, struktur kulit melemah dan pori-pori menjadi lebih jelas terlihat. Kondisi ini juga memudahkan minyak dan kotoran menyumbat pori, yang dapat memicu komedo dan jerawat.
Penurunan kolagen juga ditandai dengan munculnya kerutan dan kulit yang mulai kendur. Produksi kolagen yang menurun membuat kulit kehilangan penopang alaminya, sehingga garis halus dan kerutan muncul, terutama di area dahi, sekitar mata, dan garis senyum.
Selain itu, wajah dapat terlihat kusam dan kurang segar. Kolagen membantu proses regenerasi sel kulit dan mendukung sirkulasi darah. Ketika produksinya melambat, pergantian sel kulit menjadi tidak optimal, membuat kulit tampak lelah dan kehilangan kilau alaminya.
Tanda lain yang sering diabaikan adalah tekstur kulit yang terasa kasar dan tidak merata. Regenerasi kulit yang melambat membuat permukaan kulit menjadi kurang halus, dengan beberapa area terasa lebih kering atau mudah terkelupas.
Detik juga mencatat, kebiasaan sehari-hari seperti paparan sinar matahari tanpa perlindungan, merokok, kurang tidur, stres berlebih, serta asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat mempercepat penurunan kolagen. Meski proses ini tidak dapat dihentikan sepenuhnya, laju penurunannya dapat diperlambat dengan gaya hidup sehat, termasuk melindungi kulit dari sinar matahari, istirahat cukup, mengelola stres, serta mengonsumsi makanan bergizi yang mendukung produksi kolagen.
Dalam laporannya, detik turut menyinggung keberadaan produk suplemen kolagen yang beredar di pasaran, salah satunya dari Sido Muncul, sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan kolagen harian. Namun, upaya utama menjaga kesehatan kulit tetap bergantung pada pola hidup sehat dan perawatan kulit yang sesuai.






