Tantangan Menyampaikan Pesan Pilkada Damai 2024

Jakarta, artikel.repoeblik.com/ – Penyampaian pesan Pilkada Damai 2024 ke seluruh generasi di Indonesia merupakan tantangan baru bagi pemerintah dan media massa di era digital. Perbedaan cara berkomunikasi di setiap generasi memerlukan strategi komunikasi yang lebih inklusif dan adaptif.
Direktur Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Prabunindya Revta Revolusi, dalam Forum Komunikasi dan Konsultasi (FKK) bertema “Peran Strategis Media Massa Nasional dalam Mendukung Pemberitaan Positif Pilkada Serentak 2024”, mengungkapkan tantangan ini. Forum yang diadakan secara luring dan daring di Jakarta pada Rabu (4/9/2024) ini membahas pentingnya mengkomunikasikan pesan Pilkada Damai kepada semua lapisan masyarakat, termasuk setiap generasi.
Menurut Prabunindya, tantangan utama saat ini adalah menyampaikan informasi secara efektif kepada semua generasi yang memiliki bahasa komunikasi berbeda. “Generasi Z, Y, dan X memiliki cara komunikasi yang berbeda, bahkan dalam penggunaan simbol atau ikon di media sosial seperti WhatsApp. Ini adalah semiotika baru yang perlu dipahami oleh pemerintah dan media massa agar pesan dapat tersampaikan dengan baik,” jelas Prabu.
Ia juga menekankan bahwa media massa harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman untuk tetap efektif dalam mengedukasi publik. “Mediamorfosis, atau adaptasi dari media konvensional ke media baru, adalah hal yang tak terelakkan. Perubahan entitas media dari tradisional ke digital akan terus terjadi, dan media massa harus bisa mengikutinya,” tandasnya.
Forum ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin, Anggota Dewan Pers Totok Suryanto, serta jajaran pimpinan Kementerian Kominfo.





