Alaku

Terobosan Ilmuwan Temukan Pil Potensial Pembunuh Kanker Otak Glioblastoma

Terobosan Ilmuwan Temukan Pil Potensial Pembunuh Kanker Otak Glioblastoma (foto: istock)

Jakarta – Harapan baru muncul dalam upaya melawan kanker otak glioblastoma, setelah para ilmuwan menemukan pendekatan pengobatan potensial yang dapat bekerja melalui pil, meski hingga kini penyakit tersebut belum memiliki terapi yang benar-benar efektif, Senin 10 Februari 2026.

Dikutip dari detik, glioblastoma merupakan tumor otak ganas grade IV yang sangat agresif, tumbuh cepat, sulit diobati, dan umumnya menyerang kelompok usia lanjut. Selama ini, terapi standar belum mampu memberikan hasil signifikan terhadap angka harapan hidup pasien.

“Glioblastoma adalah penyakit yang sangat merusak. Pada dasarnya tidak ada terapi yang efektif,” kata Hui Li, peneliti dari Departemen Patologi Fakultas Kedokteran University of Virginia, dalam pernyataannya.

Upaya pencarian terapi baru sebenarnya telah dimulai sejak 2020. Saat itu, Hui Li bersama timnya berhasil mengidentifikasi onkogen baru yang berperan memicu perkembangan glioblastoma. Temuan tersebut membuka peluang untuk menargetkan titik lemah utama dari kanker otak ini.

“Onkogen baru yang kami temukan menjanjikan sebagai titik lemah glioblastoma, dengan penargetan spesifiknya yang berpotensi menjadi pendekatan efektif untuk pengobatan penyakit ini,” ungkapnya.

Perkembangan terbaru diumumkan setelah tim peneliti mengidentifikasi molekul spesifik yang mampu memblokir aktivitas onkogen tersebut. Dalam uji coba pada tikus, molekul ini terbukti dapat menghancurkan sel glioblastoma tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

“Yang baru di sini adalah kita menargetkan protein yang secara unik bergantung pada sel (glioblastoma) dan kita dapat melakukannya dengan molekul kecil yang memiliki aktivitas in vivo yang jelas,” jelas Li.

Ia menambahkan bahwa jalur biologis ini belum pernah dimanfaatkan sebelumnya dalam terapi kanker. Meski menjanjikan, penelitian tersebut masih berada pada tahap awal dan belum dapat langsung diterapkan pada pasien.

Sebelum digunakan sebagai obat, senyawa ini harus melalui serangkaian uji klinis dan pengujian lanjutan. Bahkan, kajian teoritis tambahan masih diperlukan untuk memahami cara paling optimal dalam memanfaatkannya.

Namun demikian, penemuan ini dinilai sangat signifikan karena molekul tersebut mampu menembus sawar darah-otak, yang selama ini menjadi hambatan besar dalam pengembangan obat kanker otak.

“Pasien (glioblastoma) sangat membutuhkan pilihan yang lebih baik. Terapi standar belum berubah secara fundamental selama beberapa dekade, dan angka harapan hidup tetap suram,” ujarnya.

“Tujuan kami adalah untuk menghadirkan mekanisme kerja yang sepenuhnya baru ke dalam praktik klinis, mekanisme yang menargetkan kerentanan inti dalam biologi glioblastoma,” tandasnya.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine dan dilansir oleh IFL Science.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan