Alaku

Waspada! Ini 5 Tanda Diabetes yang Muncul di Tangan dan Kaki

Waspada! Ini 5 Tanda Diabetes yang Muncul di Tangan dan Kaki / foto getty images

Bengkulu – Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 4 persen orang dewasa di atas usia 18 tahun hidup dengan diabetes. Salah satu tanda awal yang sering diabaikan adalah perubahan pada tangan dan kaki. Berikut 5 tanda diabetes:

1. Kulit Kering dan Pecah-pecah

Diabetes dapat menyebabkan dehidrasi, yang berujung pada kulit kering dan pecah-pecah, terutama di tumit kaki dan jari tangan.

2. Sering Kesemutan

Neuropati perifer atau kerusakan saraf di tangan dan kaki bisa menjadi tanda kadar gula darah tinggi. Kondisi ini menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada ekstremitas.

3. Saraf Lebih Sensitif

Gula darah yang tinggi dapat membuat saraf di tangan dan kaki menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan, sehingga penderita mungkin merasa tidak nyaman saat memakai sepatu atau mengetik.

4. Rentan Infeksi

Penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi pada kulit, terutama di tangan dan kaki. Luka kecil atau goresan bisa membutuhkan waktu lama untuk sembuh dan berisiko mengalami infeksi.

5. Kapalan

Kapalan yang muncul di kaki bisa menjadi tanda diabetes. Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan kulit menebal dan mengeras sebagai mekanisme perlindungan tubuh.

Jika mengalami salah satu dari 5 tanda diabetes ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Apa Itu Diabetes?

Dikutip dari Alo Dokter, diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh, namun pada penderita diabetes, glukosa tidak dapat digunakan secara efektif. Hal ini terjadi akibat gangguan pada hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Pada kondisi normal, insulin berfungsi membantu sel tubuh menyerap gula darah sehingga kadar gula tetap dalam batas normal. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan.

5 Jenis Diabetes

Diabetes terbagi dalam beberapa jenis, di antaranya:

  • Diabetes tipe 1: Terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang memproduksi insulin.
  • Diabetes tipe 2: Disebabkan oleh resistensi insulin, di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal.
  • Diabetes gestasional: Terjadi selama kehamilan akibat perubahan hormon.
  • Prediabetes: Kondisi di mana kadar gula darah lebih tinggi dari normal tetapi belum masuk kategori diabetes tipe 2.

Faktor Risiko Diabetes

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes antara lain:

  • Usia di atas 45 tahun
  • Riwayat keluarga dengan diabetes
  • Jarang berolahraga
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Menderita kolesterol tinggi dan hipertensi
  • Mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Pada ibu hamil, risiko diabetes gestasional meningkat jika memiliki riwayat prediabetes atau pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,1 kg.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dan gestasional dapat muncul tiba-tiba, sementara prediabetes dan diabetes tipe 2 berkembang secara bertahap. Beberapa gejala umum diabetes meliputi:

  • Sering merasa haus dan lapar
  • Sering buang air kecil, terutama malam hari
  • Penurunan berat badan drastis
  • Pandangan kabur
  • Luka sulit sembuh
  • Infeksi berulang di kulit, gusi, atau saluran kemih

Diagnosis dan Pemeriksaan Diabetes

Jika mengalami gejala atau memiliki faktor risiko, segera periksakan diri ke dokter. Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis diabetes meliputi:

  1. Tes HbA1C: Mengukur rata-rata kadar glukosa dalam 2–3 bulan terakhir.
  2. Tes gula darah puasa: Dilakukan setelah berpuasa selama 8 jam.
  3. Tes toleransi glukosa: Mengukur kadar gula darah setelah mengonsumsi larutan glukosa.
  4. Tes gula darah sewaktu: Dapat dilakukan kapan saja tanpa puasa.

Pengobatan Diabetes

Penanganan diabetes tergantung pada jenis dan kondisi pasien, di antaranya:

  • Perubahan pola hidup: Mengonsumsi makanan sehat, berolahraga teratur, dan menjaga berat badan.
  • Pemeriksaan rutin: Mengontrol kadar gula darah secara berkala.
  • Obat-obatan: Menggunakan metformin atau obat lain yang diresepkan dokter.
  • Terapi insulin: Digunakan bagi penderita diabetes tipe 1 dan beberapa kasus diabetes tipe 2.

Komplikasi Diabetes

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Penyakit jantung dan stroke
  • Gagal ginjal
  • Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
  • Gangguan penglihatan (retinopati diabetik)
  • Infeksi kulit dan luka yang sulit sembuh
  • Gangguan mental seperti depresi dan demensia

Pada ibu hamil, diabetes dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, preeklamsia, serta diabetes tipe 2 pada anak saat dewasa.

Pencegahan Diabetes

Untuk mengurangi risiko diabetes dan komplikasinya, beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Berolahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Mengelola stres dengan baik
  • Rutin memeriksa kadar gula darah setidaknya setahun sekali

Diabetes dapat dikelola dengan baik jika dideteksi sejak dini dan ditangani dengan langkah yang tepat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala atau memiliki faktor risiko diabetes dan 5 tanda diabetes di atas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan