Alaku

JakartaWhatsApp mulai menguji fitur Scam Alert berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi indikasi penipuan langsung di perangkat pengguna. Sistem ini dirancang agar pemeriksaan pesan tidak mengharuskan isi percakapan dikirim ke WhatsApp maupun Meta.

Fitur tersebut memanfaatkan model machine learning yang berjalan secara on-device untuk mengenali pola komunikasi yang dicurigai sebagai penipuan. WhatsApp mengatakan mekanisme itu dirancang tetap menjaga enkripsi end-to-end.

“Tidak ada konten pesan yang meninggalkan perangkat untuk klasifikasi atau dilaporkan secara otomatis ke WhatsApp, Meta, atau siapa pun,” tulis WhatsApp dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari PCMag, Jumat (14/8/2026).

Scam Alert dibuat untuk menghadapi pola penipuan yang semakin beragam, termasuk modus penyamaran identitas serta penggunaan konten hasil AI untuk meyakinkan calon korban.

Dalam tahap awal, WhatsApp baru menyediakan Scam Alert melalui uji coba beta terbatas di sejumlah negara. Pengguna yang mendapat akses dapat mengaktifkan fitur tersebut melalui menu pengaturan dan memiliki pilihan untuk menonaktifkannya kapan saja.

Ketika sistem menduga sebuah percakapan mengandung upaya penipuan, peringatan akan muncul di dalam chat. Peringatan tersebut bersifat pribadi sehingga hanya dapat dilihat oleh penerima pesan.

Setelah menerima peringatan, pengguna tetap memiliki kendali untuk menentukan langkah berikutnya. Mereka dapat memblokir nomor pengirim, melaporkan pesan yang dianggap mencurigakan, atau memilih untuk tetap melanjutkan percakapan.

WhatsApp juga menyediakan opsi bagi pengguna yang menganggap sebuah peringatan keliru. Chat dapat ditandai sebagai “terpercaya” sehingga peringatan tersebut dihapus dan percakapan yang sama tidak kembali ditandai oleh Scam Alert.

Jika memilih menandai chat sebagai terpercaya, pengguna juga dapat secara sukarela membagikan lima pesan terakhir yang diterima kepada WhatsApp. Data tersebut digunakan untuk membantu meningkatkan akurasi sistem pendeteksi penipuan.

WhatsApp mengembangkan fitur ini di tengah tingginya aktivitas penipuan di platform yang digunakan lebih dari 3 miliar orang di seluruh dunia. Modus yang beredar mencakup penipuan transfer uang hingga skema “pig butchering”.

Federal Trade Commission mencatat korban penipuan melalui WhatsApp mengalami kerugian hingga US$425 juta sepanjang 2025. Kehadiran Scam Alert menjadi upaya WhatsApp memberikan peringatan lebih dini kepada pengguna tanpa menjadikan isi percakapan mereka sebagai bahan pemeriksaan di server.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan