Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadan, Bolehkah?
foto getty images

5 Kebiasaan Sunnah Suami Istri agar Rumah Tangga Makin Harmonis

Diposting pada
Editor: Oktaliansyah

Jakarta – Kebiasaan sunnah dalam kehidupan suami istri menjadi salah satu amalan sederhana yang dianjurkan dalam Islam untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, mulai dari saling memaafkan hingga membangun komunikasi yang hangat.

Dalam ajaran Islam, keharmonisan keluarga tidak hanya dibangun lewat ibadah, tetapi juga melalui sikap sehari-hari yang penuh perhatian, kelembutan, dan penghargaan terhadap pasangan. Seperti diberitakan Detik, sejumlah kebiasaan sederhana ini dinilai bisa menjadi fondasi penting agar hubungan suami istri tetap hangat dan kokoh.

Kebiasaan pertama yang ditekankan adalah membangun sikap saling memaafkan dan menghargai. Dalam rumah tangga, pasangan dianjurkan tidak membiarkan persoalan kecil berkembang menjadi dendam berkepanjangan, serta tidak gengsi untuk lebih dulu meminta maaf.

Rasulullah bersabda, “Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang lebih dulu memberi salam.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa memulai perdamaian adalah bagian dari akhlak mulia.

Kedua, suami istri dianjurkan menahan diri dan mengendalikan emosi. Dalam kehidupan rumah tangga, amarah kerap menjadi pemicu konflik yang membesar, sehingga penting bagi pasangan untuk belajar meredam emosi sebelum masalah berkembang.

Seperti dirangkum Detik, beberapa cara yang diajarkan dalam sunnah antara lain berwudhu saat marah, mengubah posisi dari berdiri menjadi duduk atau berbaring, memperbanyak zikir, serta melatih kesabaran. Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Baqarah ayat 153 bahwa Dia bersama orang-orang yang sabar.

Ketiga, komunikasi hangat antara suami dan istri disebut sebagai fondasi utama rumah tangga. Sikap saling peduli, saling memahami, dan tidak membiarkan pasangan merasa diabaikan menjadi bagian penting agar hubungan tetap sehat.

Rujukan ini diperkuat dengan firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 128 tentang pentingnya perdamaian dan upaya memperbaiki hubungan ketika muncul kekhawatiran adanya sikap acuh. Dalam konteks ini, pasangan didorong untuk terus melihat sisi baik satu sama lain, memaafkan kekurangan, dan memperbaiki diri bersama.

Keempat, kebiasaan mendengarkan pasangan dengan sepenuh hati juga menjadi teladan penting. Rasulullah SAW dicontohkan sebagai sosok yang memberi perhatian penuh ketika Aisyah bercerita, bahkan untuk kisah yang panjang sekalipun, tanpa memotong pembicaraan.

Sikap ini menunjukkan bahwa mendengarkan bukan sekadar diam, tetapi bentuk penghargaan dan kasih sayang. Dalam rumah tangga, perhatian sederhana seperti ini sering kali justru menjadi perekat emosional yang paling kuat.

Kelima, hubungan suami istri juga dianjurkan tetap diwarnai sikap romantis dan kejutan kecil yang menyenangkan. Rasulullah SAW disebut pernah berlomba lari dengan Aisyah, sebuah teladan bahwa kehangatan dan keceriaan juga bagian dari sunnah dalam rumah tangga.

Menurut laporan Detik, kebiasaan sederhana seperti memberi pujian, menciptakan momen kebersamaan, dan menghadirkan kejutan manis dalam keseharian dapat membantu menjaga ikatan suami istri tetap hangat. Di tengah rutinitas, sentuhan kecil seperti itu justru sering menjadi kunci agar rumah tangga terasa nyaman dan penuh kasih sayang.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *