Cerita Motivasi: Gagal Bintara, Kini Berjuang di SIPSS
Cerita Motivasi: Gagal Bintara, Kini Berjuang di SIPSS / salah-satu-calon-siswa-casis-sekolah-inspektur-polisi-sumber-sarjana-sipss-polri-pertiwi-talumantak / dok istimewa

Cerita Motivasi: Gagal Bintara, Kini Berjuang di SIPSS

Diposting pada
Editor: Oktaliansyah

Manado – Cerita Motivasi: Gagal Bintara, Kini Berjuang di SIPSS. Pertiwi Talumantak, seorang magister hukum asal Manado, Sulawesi Utara (Sulut), tengah berjuang meraih cita-citanya menjadi Polwan melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Polri. Meski sebelumnya sempat gagal dalam seleksi Bintara Polwan, semangatnya tidak pudar.

Perempuan 26 tahun ini mengaku termotivasi menjadi polisi setelah meneliti penegakan hukum di pulau-pulau terluar Indonesia dalam skripsinya. Baginya, menjadi bagian dari penegak hukum adalah panggilan hati untuk mengabdi kepada masyarakat dengan cinta kasih.

Motivasi Menjadi Polwan

Pertiwi bercerita bahwa keinginannya untuk menjadi Polwan lahir saat menulis skripsinya yang berjudul “Penegakan Hukum di Pulau-Pulau Terluar Indonesia untuk Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Melalui penelitian tersebut, ia melihat pentingnya kehadiran polisi yang tidak hanya bertindak sebagai aparat hukum, tetapi juga membawa ketenangan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Tidak sia-sia mencoba tes Polwan lewat SIPSS. Puji Tuhan saya bisa sampai di tingkat pusat. Motivasi saya ikut seleksi polisi adalah karena setiap hari berinteraksi dengan masyarakat di garis depan penegakan hukum,” ujar Pertiwi, dalam rilis Itwasum Polri, Selasa (25/2/2025).

Sebagai anak seorang pendeta, Pertiwi tumbuh dalam lingkungan yang mengedepankan nilai cinta kasih dan kedamaian. Hal ini juga yang membuatnya bertekad untuk menjadi Polwan yang humanis, yang mampu menyelesaikan masalah dengan pendekatan dialogis, bukan kekerasan.

Perjalanan Panjang Menuju SIPSS

Meskipun sempat gagal dalam seleksi Bintara Polwan, Pertiwi tidak menyerah. Ia kembali mencoba peruntungannya di SIPSS, jalur khusus bagi lulusan sarjana yang ingin menjadi perwira Polri.

Ia mengaku telah mempersiapkan banyak hal, termasuk latihan fisik yang lebih matang dibanding sebelumnya. “Orang tua di sana selalu mendukung saya untuk menjadi Polwan. Saya juga sudah mempersiapkan banyak hal, termasuk latihan fisik,” jelasnya.

Berprestasi di Dunia Seni dan Rohani

Selain menekuni dunia akademik dan hukum, Pertiwi juga memiliki bakat di bidang seni dan musik. Ia aktif dalam paduan suara gereja, dan telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti:

  • Medali emas di Asia-Pacific Choir Games (APCG)
  • Gold Medal International Choir Competition (Bali & Singapore)
  • Juara 1 Bintang Vokalia Jemaat Pniel Tuna
  • Medali emas Festival Seni Pemuda Gereja (FSPG) 2023

Pertiwi juga aktif dalam pelayanan gereja di GMIM Pniel Wawonasa dan pernah dipercaya menjadi penari teatrikal Pahlawan Nasional Maria Walanda Maramis mewakili Sulut.

Harapan Besar untuk Lolos SIPSS

Saat ini, Pertiwi sedang menanti hasil seleksi SIPSS Polri dengan penuh harapan. Baginya, menjadi polisi bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk melayani masyarakat dengan ketegasan dan cinta kasih.

“Saya ingin menjadi Polwan yang bisa menghadirkan keadilan dengan hati, serta menjadi bagian dari solusi dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya penuh harap.

Perjuangan Pertiwi Talumantak menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari kesuksesan yang lebih besar. Dengan semangat dan ketekunan, ia berusaha meraih impian untuk mengabdi sebagai Polwan di Tanah Air.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *