Alaku

Sukun Diakui sebagai Superfood Dunia, Ini Alasan Gizinya Disebut Unggul

Sukun Diakui sebagai Superfood Dunia, Ini Alasan Gizinya Disebut Unggul. Foto: iStock

Bengkulu – Sukun selama ini lekat dengan olahan keripik atau gorengan kaki lima di Indonesia. Namun di balik citranya sebagai pangan tradisional, buah tropis ini justru mendapat pengakuan luas di negara Barat sebagai superfood berkat kandungan nutrisinya yang lengkap. Fakta tersebut dikutip detik dari sejumlah sumber pangan dan kesehatan internasional.

Sukun atau breadfruit merupakan buah berukuran besar dengan tampilan luar menyerupai nangka. Buah ini dikenal kaya karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral, sehingga kerap dipandang sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan nasi maupun roti putih dalam menu harian.

Melansir laporan Food & Wine pada 27 Mei, sukun memiliki karakter unik dari sisi tekstur. Saat dimasak, daging buahnya menyerupai roti atau kentang, membuatnya kerap dijadikan bahan pangan pokok di berbagai wilayah tropis.

Sukun umumnya dipanen ketika masih muda atau setengah matang. Buah ini kemudian diolah dengan beragam cara, mulai dari direbus, dipanggang, digoreng, hingga diolah menjadi tepung untuk berbagai kebutuhan kuliner.

Dalam banyak budaya, sukun digolongkan sebagai superfood karena kombinasi gizinya. Salah satu keunggulan utama terletak pada kandungan serat yang relatif tinggi, yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem pencernaan.

Serat pada sukun membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh serta mendorong pergerakan usus yang sehat. Kondisi ini membuat sukun dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga berpotensi membantu mengontrol nafsu makan.

Selain itu, kandungan karbohidrat kompleks pada sukun memberikan energi yang dilepas secara bertahap karena proses cernanya berlangsung lebih lambat. Faktor inilah yang membuat sukun dinilai cocok sebagai pengganti nasi atau roti dalam sejumlah menu sehari-hari.

Dari sisi mikronutrien, sukun juga mengandung antioksidan, termasuk vitamin C dan berbagai fitonutrien. Zat-zat ini berperan dalam melawan stres oksidatif, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Tak hanya itu, sebuah studi juga mencatat bahwa sukun merupakan sumber protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi optimal.

Fleksibilitas sukun dalam dunia kuliner turut menambah nilai lebihnya. Buah ini dapat diolah sebagai pengganti kentang, dijadikan tepung, atau dicampurkan ke dalam sup, tumisan, hingga hidangan panggang.

Selain Indonesia, sukun menjadi makanan pokok di berbagai wilayah Pasifik, Afrika, Karibia, dan Amerika Tengah. Di Amerika Serikat, tanaman ini banyak dibudidayakan di Hawaii, tempat sukun dikenal dengan sebutan ‘ulu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan