Doa Berangkat Haji dari Rasulullah SAW, Bekal Jemaah Agar Selamat dan Mabrur
Doa Berangkat Haji dari Rasulullah SAW, Bekal Jemaah Agar Selamat dan Mabrur (dok:canva)

Doa Berangkat Haji dari Rasulullah SAW, Bekal Jemaah Agar Selamat dan Mabrur

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Melepas keberangkatan jemaah haji selalu menghadirkan suasana haru, terlebih saat keluarga dan kerabat mengiringinya dengan doa. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah doa yang dianjurkan Rasulullah SAW agar para tamu Allah SWT diberi perlindungan, kemudahan, dan pulang dengan predikat haji mabrur.

Perjalanan haji disebut bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan juga perjalanan spiritual yang sarat ujian. Karena itu, doa menjadi salah satu bekal penting, baik bagi jemaah yang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan di tanah air.

Merujuk sumber yang dimuat Detik dan dikutip dari Kitab Doa Harian Rasulullah karya A.R. Shohibul Ulum, ada doa yang dibaca oleh orang yang berangkat haji kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa itu berbunyi, “Astawdi’ukallahal-ladzii laa tadhi’u wa daa-i’uh,” yang berarti, “Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya.” Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad.

Sebaliknya, keluarga yang ditinggalkan juga dianjurkan membacakan doa untuk jemaah haji yang berangkat. Bacaan doanya adalah, “Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khawaat-iima ‘amalik,” yang artinya, “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah.” Doa tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ahmad.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan mendoakan agar ibadah haji orang yang berangkat dipermudah dan menjadi haji mabrur. Salah satu doa yang diajarkan berbunyi, “Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta,” dengan arti, “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada.” Riwayat doa ini tercantum dalam hadis At-Tirmidzi.

Ada pula doa lain yang umum dibaca agar ibadah haji diterima Allah SWT. Dalam sumber yang sama, yang juga mengutip buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat karya Ali Manshur, doa tersebut berbunyi, “Allahummaj’alha hajjan mabruran wa dzanban maghfuran,” yang berarti, “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.”

Sementara itu, haji mabrur dijelaskan sebagai ibadah haji yang diterima dan dibalas dengan kebaikan. Dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham yang juga dikutip dalam sumber Detik, seseorang yang memperoleh haji mabrur umumnya menunjukkan perubahan sikap menjadi lebih baik dan menjauhi perbuatan maksiat setelah pulang dari Tanah Suci.

Ciri pertama haji mabrur adalah meningkatnya kualitas ibadah kepada Allah SWT. Seorang jemaah yang sebelumnya masih lalai dalam ibadah, setelah berhaji akan lebih rajin, rutin, dan konsisten menjalankan kewajiban serta semakin menjauhi larangan agama.

Ciri berikutnya terlihat dari membaiknya hubungan sosial. Selama haji, jemaah dilarang berbuat buruk, melanggar norma, hingga bertengkar. Nilai-nilai itu bukan hanya berlaku saat berhaji, tetapi juga seharusnya melekat setelah kembali ke tanah air.

Lebih lanjut, meningkatnya rasa empati kepada sesama juga disebut sebagai tanda haji mabrur. Menebarkan kedamaian, memberi makan orang yang membutuhkan, dan menjaga silaturahmi menjadi bagian dari akhlak yang diharapkan tumbuh setelah menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Keutamaan haji mabrur juga ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, sedangkan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga. Hadis itu diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *