Hukum Puasa di Akhir Syaban Menurut Hadits Rasulullah
Hukum Puasa di Akhir Syaban Menurut Hadits Rasulullah / foto ilustrasi dari getty images

Hukum Puasa di Akhir Syaban Menurut Hadits Rasulullah

Diposting pada
Editor: Oktaliansyah

Bengkulu – Puasa sunnah di bulan Syaban merupakan amalan yang dianjurkan, bahkan Rasulullah SAW banyak melakukan puasa di bulan ini. Namun, bagaimana hukumnya berpuasa di akhir Syaban menjelang Ramadan?

Dalil Puasa di Bulan Syaban

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, ia berkata:

“Nabi SAW tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya.” (HR Bukhari)

Dalam hadits lain dari Ummu Salamah disebutkan:

“Nabi SAW dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Nasai)

Sebagai panutan, amalan Rasulullah SAW tentu merupakan contoh yang baik. Namun, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan agar tidak bertentangan dengan syariat.

Larangan Puasa di Akhir Syaban

Menurut buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, puasa di akhir Syaban, terutama satu atau dua hari sebelum Ramadan, tidak dianjurkan kecuali bagi mereka yang memiliki kebiasaan berpuasa.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR Muslim dan Bukhari)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Jika telah memasuki setengah akhir bulan Syaban, maka janganlah berpuasa sehingga datang bulan Ramadan.” (HR Ibnu Majah)

Larangan ini bertujuan agar tidak terjadi percampuran antara puasa sunnah Syaban dengan puasa wajib Ramadan. Selain itu, penghujung Syaban disebut sebagai hari syak (hari keraguan), yaitu hari ke-30 bulan Syaban yang belum ada kepastian masuknya Ramadan melalui rukyatul hilal.

Dari Amar bin Yasar RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa pada hari yang manusia meragukannya (hari syak), maka dia telah bermaksiat terhadap Abul Qasim (Rasulullah) SAW.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak berpuasa di akhir Syaban agar tidak keliru dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan, keuangan, Islam, sepak bola, olahraga, dan prediksi bola yang menghadirkan informasi terbaru, akurat, informatif, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *