Alaku

Ini Doa Menang Lomba 17 Agustus, Bukan Sekadar Kemenangan di Dunia

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa, secara resmi melepas peserta lomba gerak jalan tingkat SD putra di Halte Perbakin Kayu Ara, Senin (11/8/2025) (Foto: Jepri Irwansahartikel.repoeblik.com/)

Bengkulu – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus selalu identik dengan aneka perlombaan. Dari lomba makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, hingga lomba panjat pinang, semuanya menjadi ajang memupuk semangat kebersamaan. Namun, di balik keceriaan dan persaingan itu, banyak yang percaya bahwa doa juga memegang peran penting untuk meraih kemenangan.

Sejumlah doa yang diajarkan para ulama dapat dibaca sebelum mengikuti perlombaan, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Doa-doa ini tidak hanya dimaksudkan untuk menang, tetapi juga agar kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Salah satu doa yang sering diamalkan adalah:
“Allahumma inni as’aluka mujibati rahmatika… wal-fawza biljannah wannajata minal-nar.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon rahmat-Mu, ampunan-Mu, dan kemenangan, surga serta keselamatan dari neraka.”

Doa lainnya diambil dari Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 23:
“Rabbana dhalamna anfusana wa in lam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khasirin.”
Maknanya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri sendiri, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, agar tidak termasuk orang yang merugi.”

Bagi yang ingin doa singkat namun tetap penuh makna, bisa membaca:
“Allahumma inni as’alukal falah wannajah.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon keberhasilan dan keselamatan.”

Selain kemenangan, ada pula doa yang memohon kelancaran rezeki sebagai simbol keberhasilan:
“Allahumma inni as’aluka an tarzuqani rizqan halal’an wasi’an thayyiban…”
Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah rezeki yang halal, luas, dan baik tanpa kesulitan atau kesedihan.”

Ulama menekankan, doa-doa tersebut sebaiknya dibaca dengan hati yang tulus dan niat yang baik. Kemenangan sejati bukan hanya ketika membawa pulang hadiah, tetapi saat bisa menjaga sportivitas dan kebersamaan selama lomba berlangsung.

“Doa adalah bentuk pengakuan bahwa semua hasil berasal dari Allah. Menang atau kalah bukan tujuan akhir, yang terpenting adalah kebersamaan dan rasa syukur,” tulis Liputan6.com dalam salah satu artikelnya tentang doa HUT RI.

Dengan memadukan usaha, sportivitas, dan doa, lomba 17 Agustus dapat menjadi ajang memperkuat ikatan antarwarga sekaligus mengajarkan nilai-nilai moral kepada generasi muda. Menang menjadi bonus, namun kebersamaan adalah kemenangan yang sesungguhnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan