Alaku

Ini Penjelasan Ilmiah Jumlah Lubang di Tubuh Manusia Menurut Sains

Foto: Getty Images/iStockphoto/liza5450/Ilustrasi lubang hidung

Jakarta – Sekilas, tubuh manusia tampak memiliki banyak lubang, mulai dari mulut, hidung, telinga, hingga saluran pembuangan. Namun, jika ditinjau secara ilmiah, jumlah lubang tubuh manusia ternyata tidak sebanyak yang terlihat dari luar.

Penjelasan ini merujuk pada pendekatan topologi, cabang matematika yang digunakan ilmuwan untuk mendefinisikan apa yang disebut sebagai “lubang”. Dalam kajian ini, lubang tidak diartikan sebagai cekungan, melainkan jalur yang benar-benar tembus dari satu sisi ke sisi lainnya.

Dosen matematika Manchester Metropolitan University, Inggris, Katie Steckles, menjelaskan bahwa dalam topologi, lubang adalah jalur tanpa ujung yang bisa dilewati dari satu sisi ke sisi lain. Contoh paling sederhana adalah donat. Meski tampak memiliki banyak cekungan, donat secara ilmiah hanya memiliki satu lubang di bagian tengahnya.

“Banyak orang menganggap lubang sebagai cekungan pada benda padat. Tetapi ini bukanlah lubang sebenarnya, karena memiliki ujung (yang mentok),” ujar Steckles, seperti dikutip detik dari Live Science.

Pendekatan serupa juga berlaku pada benda lain seperti sedotan atau pipa. Meski memiliki dua ujung terbuka, bagian dalamnya saling terhubung sehingga secara topologi hanya dihitung sebagai satu lubang.

Konsep ini kemudian diterapkan pada tubuh manusia, terutama sistem pencernaan. Mulut dan anus memang terlihat sebagai dua bukaan terpisah, tetapi keduanya sebenarnya terhubung oleh satu jalur yang sama. Makanan masuk melalui mulut, melewati saluran pencernaan, lalu keluar melalui anus tanpa terputus. Karena membentuk satu jalur tembus, sistem pencernaan dihitung sebagai satu lubang.

Dengan cara pandang ini, jumlah lubang tubuh manusia menjadi lebih sedikit dibandingkan jumlah bukaan yang terlihat. Selain saluran pencernaan, dua lubang hidung juga dihitung sebagai satu struktur karena keduanya terhubung ke rongga hidung.

Lubang lainnya adalah empat saluran kecil di sudut mata yang berfungsi mengalirkan air mata ke rongga hidung. Meski berukuran sangat kecil dan jarang disadari, saluran air mata tersebut merupakan jalur yang saling terhubung dan dihitung sebagai lubang.

Berdasarkan pendekatan tersebut, tubuh manusia umumnya dianggap memiliki tujuh lubang. Namun, jumlah bukaan tidak selalu sama dengan jumlah lubang, karena beberapa jalur bisa bertemu dan menyatu di dalam tubuh.

Steckles menjelaskan konsep ini dengan analogi pakaian dalam. Meski memiliki tiga bukaan, satu di pinggang dan dua di kaki, secara topologi pakaian dalam hanya memiliki dua lubang, yakni untuk pinggang dan kaki.

Pada tubuh perempuan, terdapat kemungkinan tambahan satu lubang. Hal ini berkaitan dengan sistem reproduksi perempuan, di mana vagina terhubung ke rahim dan dua saluran tuba falopi yang ujungnya terbuka ke rongga perut. Dalam kondisi tertentu, jalur ini bisa membentuk lubang tembus tambahan.

Karena itu, menurut sebagian matematikawan, tubuh perempuan dapat memiliki delapan lubang, sementara tubuh pria umumnya memiliki tujuh lubang jika ditinjau dari sudut pandang topologi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan