Alaku

Kenaikan Harga Cabai: Pedagang Menjerit, Pembeli Menyusut

Kenaikan Harga Cabai: Pedagang Menjerit, Pembeli Menyusut

Palembang, Repoeblik – Kenaikan Harga Cabai di Pasar 26 Ilir Palembang mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan dampak serius pada penjualan dan pendapatan pedagang. Pedagang cabai merah, Wanto, menyatakan bahwa peningkatan harga tersebut telah menyebabkan sepinya pembeli dan bahkan memaksa mereka untuk membuang cabai yang tidak laku karena busuk.

Sejak kenaikan harga cabai, Wanto melaporkan bahwa para pembeli menjadi enggan untuk membeli cabai di tempatnya. “Sejak harga cabai naik, pembeli sepi. Mereka hanya tanya lalu lihat. Kalau pun beli, paling beli sedikit,” ungkap Wanto dilangsir detikSumbagsel pada Jumat (10/11/2023).

Peningkatan harga cabai ini tampaknya mempengaruhi keputusan pembeli untuk mengurangi pembelian atau bahkan menghindari pembelian cabai sama sekali. Wanto menambahkan bahwa situasi Kenaikan Harga Cabai hanya memberikan dampak buruk pada penjualan, tetapi juga menyebabkan pemborosan barang, terutama cabai yang tidak dapat terjual dan akhirnya harus dibuang karena busuk.

Harga cabai di Pasar 26 Ilir Palembang mencapai puncak tertinggi pada hari Jumat, menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pedagang dan memukul habis daya beli masyarakat. Wanto, seorang pedagang cabai merah keriting, mengungkapkan bahwa harga cabai merahnya per kilogram menyentuh angka Rp 58-60 ribu, sementara cabai burung dihargai Rp 75-80 ribu dan cabai rawit mencapai Rp 70-80 ribu per kilogram.

Menyusul keluhan dari Wanto, pedagang lain bernama Nurjanah juga memberikan kesaksian serupa tentang turunnya penjualan selama satu bulan terakhir. Cabai burung yang biasanya dijualnya seharga Rp 80 ribu per kilogram, dan cabai rawit seharga Rp 70 ribu, kini menghadapi tantangan besar dengan berkurangnya minat pembeli.

1 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan