Alaku

Sejarah Hari Pramuka, Momentum Pembentukan Karakter Generasi Muda Indonesia

Renungan dan Ulang Janji di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Rabu malam (13/8/2025) pukul 19.30 WIB.

Bengkulu – Setiap 14 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Pramuka, momen bersejarah yang menandai lahirnya Gerakan Pramuka sebagai wadah tunggal kepanduan di Indonesia.

Dilansir dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), gerakan kepanduan di tanah air telah ada sejak 1912 dengan berdirinya Javaansche Padvinder Organisatie (JPO) di Surabaya. Gerakan ini terinspirasi dari Boy Scouts di Inggris yang dipelopori Lord Baden-Powell.

Setelah kemerdekaan, organisasi kepanduan berkembang pesat namun berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah kala itu menilai perlu adanya persatuan demi pembinaan generasi muda yang lebih terarah. Gagasan penyatuan semakin menguat pada awal 1960-an, hingga akhirnya Presiden Soekarno meresmikan Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961 melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961.

Upacara peresmian digelar di Istora Senayan, Jakarta. “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” menjadi semboyan resmi yang diucapkan oleh para anggota, menggambarkan komitmen untuk mengamalkan janji dalam tindakan nyata.

Hingga kini, peringatan Hari Pramuka dipenuhi beragam kegiatan seperti upacara, apel besar, lomba keterampilan, hingga bakti sosial. Tema yang diangkat setiap tahun menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk isu lingkungan dan literasi digital.

Menurut Ketua Kwarnas Pramuka periode 2023–2028, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, peringatan Hari Pramuka adalah pengingat bahwa gerakan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan lapangan, tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air.

“Di tengah tantangan global, Pramuka adalah benteng karakter anak bangsa. Kita harus terus menjaga semangat itu,” kata Budi Waseso seperti dikutip dari laman resmi pramuka.or.id, Kamis (14/8).

Sejarah yang lahir pada 14 Agustus 1961 tersebut kini menjadi tonggak pembinaan karakter generasi muda. Gerakan Pramuka diyakini akan terus relevan sepanjang zaman, selama tetap berpegang pada nilai-nilai luhur Dasa Darma dan Trisatya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan