Alaku

Kenaikan Harga Cabai: Pedagang Menjerit, Pembeli Menyusut

Kenaikan Harga Cabai: Pedagang Menjerit, Pembeli Menyusut

Akibat penurunan pembeli, Nurjanah yang biasanya mampu menjual 50 kg cabai dalam sehari, melihat penjualannya drastis berkurang, bahkan kurang dari setengahnya. “Sejak harga cabai naik, pembeli jadi sepi. Biasanya satu hari itu bisa habis 50 kilogram, tetapi sekarang hanya habis 15 hingga 20 kilogram. Masyarakat beli cabai sekarang sedikit-sedikit. Rata-rata satu ons atau dua ons,” ujarnya dengan raut wajah prihatin.

Dampak ekonomi dari situasi ini semakin terasa, dengan banyak cabai yang tidak terjual dan akhirnya membusuk di tangan para pedagang. Nurjanah bahkan pernah terpaksa membuang 2-3 kilogram cabai yang sudah tidak layak jual. “Pernah buang cabai 2-3 kilogram, karena mau dijual lagi tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Dalam harapannya untuk mengatasi situasi sulit ini, Nurjanah berharap agar harga cabai segera turun dan kembali normal. Dia meyakini bahwa dengan harga yang lebih terjangkau, minat pembeli akan meningkat kembali, dan volume penjualan cabai dapat pulih.

Para pedagang cabai lainnya bergabung dalam harapan serupa, berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan harga cabai, memberikan solusi kepada para pedagang, dan mengembalikan stabilitas pasar. Dengan demikian, diharapkan keberlanjutan usaha pedagang dapat dipertahankan, dan kehidupan ekonomi di Pasar 26 Ilir Palembang bisa kembali normal.

1 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan