Kepunahan Hewan Amfibi Siap Rugikan Manusia

John Measey, seorang ahli biologi dari Universitas Stellenbosch, menggambarkan studi ini sebagai peringatan tentang pentingnya memahami dan mengatasi dampak perubahan iklim terhadap hewan amfibi. Perubahan cuaca dan iklim yang semakin ekstrem membutuhkan langkah-langkah serius dalam upaya pelestarian amfibi dan pemeliharaan ekosistem di seluruh dunia.
Aktivis lingkungan hidup dari organisasi Re:wild, Jennifer Luedtke, dan rekannya, telah melakukan penilaian yang monumental terhadap 8.011 spesies amfibi dengan tujuan memperbarui status mereka di Daftar Merah Spesies Terancam Punah oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).
Penilaian sebelumnya dilakukan pada tahun 2004 dan sejak itu situasi spesies-spesies amfibi ini semakin memburuk, sehingga diperlukan pembaruan status mereka. Hasil penilaian ini diperkirakan akan menjadi dasar penting dalam upaya konservasi amfibi global.
Menurut Jennifer Luedtke, “Penilaian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang seberapa besar ancaman yang dihadapi oleh spesies-spesies amfibi di seluruh dunia. Kami berharap hasil ini dapat membantu memperkuat upaya konservasi dan perlindungan bagi mereka.”
Salah satu hasil menarik dari penilaian ini adalah kesadaran bahwa ancaman terhadap amfibi telah menjadi semakin serius seiring berjalannya waktu. Adam Sweidan, salah satu pendiri Synchronicity Earth, menyatakan, “Jika Daftar Merah IUCN diperbarui pada skala yang sama pada tahun 1970an seperti saat ini, (maka) kita dapat menelusuri pandemi penyakit amfibi yang melanda 20 tahun sebelum penyakit tersebut menghancurkan populasi mereka.”





